DENPASAR, BALI EXPRESS - Belum lama ini, Pemerintah Pusat dikatakan akan melanjutkan Pembangunan Tol Mengwi-Gilimanuk. Pembangunan akan diteruskan pada Juni 2024 mendatang.
Ini berarti, setelah sekian purnama, pembangunan Jalan Tol menemui titik terang. Hal inipun dibenarkan Mantan Gubernur Bali Periode 2018-2023, Wayan Koster.
Menurut Wayan Koster, informasi dari pemerintah pusat bahwa Tol Mengwi-Gilimanuk pasti dilanjutkan. Untuk pembangunannya, dengan skema kombinasi kolaborasi pemerintah dan swasta, dari semula 100 persen dibiayai swasta penuh.
Pembangunan dijadwalkan mulai Juni 2024 mendatang, dilakukan proses pembebasan lahan oleh Pemerintah Pusat melalui lembaga manajemen asset di bawah Kementerian Keuangan.
“Dijadwalkan mulai September 2024, dilanjutkan pembangunan fisik Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk,” tegasnya belum lama ini.
Kendati tidak lagi duduk di kursi Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku mengikuti perkembangan dan terus berkomunikasi dengan pejabat terkait di kementerian. Ia pun menegaskan agar tidak ada lagi yang menyebut pembangunan Tol Mengwi-Gilimanuk mangkrak. “Jangan ada yang mengatakan tolnya (Tol Mengwi - Gilimanuk) itu mangkrak, bohong! Hoax! Saya bertanggung jawab,” cetusnya.
Sebelumnya diketahui, proyek pembangunan jalan tol terpanjang di Bali ini sempat terhenti. Yang mana, peletakan batu pertama atau groundbreaking Tol Gilimanuk-Mengwi telah dilakukan pada 10 September 2022. Rencananya, jalan tol ini akan dibangun melintasi 3 kabupaten, 13 kecamatan dan 58 desa.
Dengan pemberdayaan 4 desa di Bali sebagai Rest Area terpadu yang masing-masing memiliki konsep berbeda, yaitu Jembrana yang mengangkat kearifan lokal. Lalu Pekutatan yang menunjang area taman bermain internasional. Kemudian Soka dengan konsep pedesaan sebagai tempat beristirahat, serta Tabanan sebagai pusat logistik untuk distribusi dalam kota. Proyek ini diperkirakan bernilai biaya investasi Tol Gilimanuk-Mengwi mencapai Rp24,6 triliun.
Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terbagi menjadi tiga seksi. Perinciannya, Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer (km), Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km dan Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km. Total panjang tol mencapai 96,84 km.
Terhentinya proyek ini karena badan usaha jalan tol (BUJT), yakni PT Jagat Kerti Bali mundur dengan alasan tidak bisa melakukan pemenuhan untuk pembiayaan atau financial close.(*)
Editor : I Dewa Gede Rastana