BALIEXPRESS.ID - Putu Dian Ujiana, atau yang lebih akrab disapa Dian, mungkin kini dikenal sebagai komikus sukses, tetapi perjalanan hidupnya tidak selalu seperti ini.
Sebelum menjadi komikus terkenal, Dian pernah bekerja di kapal pesiar.
Tanpa banyak yang mengetahui, laut luas menjadi saksi bisu pertemuannya dengan dunia kerja yang sibuk dan birokrasi yang mengekangnya sejak pelayaran pertama pada tahun 2009.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Desa Pedawa; Desa Tua di Buleleng, Sebelumnya Bernama Desa Gunung Tambleg
Namun, jiwa seni Dian tidak pernah bisa dipenjarakan. Sejak kecil, hasrat seni dalam dirinya selalu bergejolak.
Pada tahun kedua bekerja di kapal pesiar, tepatnya tahun 2010, Dian mulai mengisi laman Facebook-nya dengan karikatur komik yang kreatif dan menarik. Karya-karyanya mulai mendapat perhatian.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah Desa Menyali; Desa Tertua di Kecamatan Sawan, Kisahnya Ada Dua Versi
Pada tahun 2011, setelah beberapa tahun terkungkung dalam rutinitas kerja yang melelahkan, Dian memutuskan untuk hengkang dari perusahaan tempatnya bekerja dan menekuni dunia komik secara penuh. Keputusan itu terbukti tepat.
“Saya senang menggambar komik sejak SD. Astungkara, aktivitas ini ternyata membawa perolehan yang sangat baik. Menggambar komik justru menyelamatkan hidup saya setelah tidak lagi bekerja di kapal pesiar,” ujar Dian, komikus di balik "Komik Beluluk".
Baca Juga: Bule Ngamuk di Bedugul Bali; Ganggu Pengendara dan Serang Petugas Polisi
Komik Beluluk, yang mulai diciptakan sejak tahun 2017, segera mendapatkan tempat di hati pembacanya, baik di Bali maupun luar Bali.
Dengan karakter Beluluk yang humoris, komik ini membawakan kritik sosial dengan cara yang ringan dan menghibur.
“Komik ini membantu masyarakat tidak terlalu tegang. Mengajarkan bahwa menanggapi sesuatu tidak mesti dengan emosi, tetapi dengan kecermatan,” jelas Dian.
Baca Juga: Perumda Dharma Santika Target Transaksi Capai Rp 2 Miliar Per Bulan dari Jaringan Marriot
Nama Beluluk sendiri adalah plesetan dari Celuluk, sosok menyeramkan dalam budaya Bali.
Dian mengubah karakter seram tersebut menjadi sosok yang lucu dan menggemaskan.
Beluluk dengan cepat menjadi ikon, muncul di laman Instagram, Facebook, hingga dibukukan dan dimuat di koran.
Editor : Wiwin Meliana