BALIEXPRESS.ID — Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Bali, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si., menyampaikan laporan singkat kinerja Tahun Sidang 2024–2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politis kepada masyarakat Bali.
Paparan tersebut berlangsung di Denpasar, Sabtu (27/12).
Sebagai wakil daerah dengan perolehan suara tertinggi di Bali, Rai Mantra menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat lewat tiga fungsi strategis DPD RI, yaitu pengawasan, legislasi, dan pertimbangan.
Ia menjelaskan fokus kerjanya mencakup isu-isu penting seperti budaya, pariwisata, pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, ketenagakerjaan, hingga kesejahteraan sosial.
Baca Juga: Konser 42 Tahun Slank di Sanur, Semua Keuntungan Disumbangkan untuk Korban Bencana Sumatra
Dalam perannya sebagai anggota Komite III DPD RI, Rai Mantra menuturkan bahwa ia aktif mengadvokasi kebijakan nasional yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat Bali.
Di sektor pendidikan dan keagamaan, ia mendorong percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Agama Hindu, yang menurutnya berhasil menghasilkan kelulusan lebih dari seribu guru pada 2025.
Selain itu, ia juga mengambil peran dalam penguatan pendidikan Widyalaya melalui dorongan pembentukan regulasi di daerah.
Pada sektor pariwisata, Rai Mantra mengangkat tantangan besar yang tengah dihadapi Bali seperti overtourism, maraknya akomodasi ilegal, dan ketimpangan pengembangan wilayah.
Baca Juga: Bocah 5 Tahun di Karangasem Ditemukan Meninggal di Area Ayunan Rumah Tetangga, Begini Kronologinya
Advokasinya turut mendorong lahirnya Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 mengenai penataan akomodasi ilegal.
Ia juga menekankan perlunya pengakuan terhadap modal budaya sebagai sumber daya tak berwujud yang menjadi kekuatan utama industri pariwisata Bali.
Di bidang kesehatan, Rai Mantra menaruh perhatian terhadap tingginya angka bunuh diri di Bali.
Ia mendorong pembentukan ekosistem pencegahan melalui penyelenggaraan seminar serta koordinasi antarlembaga.
Sementara dalam isu ketenagakerjaan, ia aktif memperjuangkan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali, termasuk memfasilitasi pemulangan PMI bermasalah maupun korban kecelakaan di luar negeri.
Selain kerja pada level kebijakan, Rai Mantra juga mengeksekusi berbagai program langsung untuk masyarakat Bali, antara lain penyaluran ribuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah (KIP-K), pelaksanaan seminar nasional, festival budaya, hingga program edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran sosial dan pelestarian kebudayaan.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi positif meskipun kewenangan DPD RI masih terbatas.
Baca Juga: Layanan RSUD Gema Santi Nusa Penida Naik Kelas, Fasilitas Baru Sedot Anggaran Rp5,1 Miliar
Rai Mantra menuturkan bahwa ia selalu berpegang pada prinsip “Be Part of Solution, Not Part of Problem” dalam menjalankan amanah sebagai wakil daerah.
“DPD RI akan terus hadir dan relevan bagi masyarakat daerah dengan memperjuangkan kepentingan Bali melalui gagasan dan kebijakan yang konstruktif,” katanya.
Melalui penyampaian laporan kinerja ini, Rai Mantra berharap masyarakat Bali dapat melihat capaian sekaligus menjadikannya refleksi bersama untuk memperkuat peran daerah dalam pembangunan nasional.
Hal tersebut, katanya, sejalan dengan visi membangun dari daerah untuk Indonesia maju.(***)
Editor : Rika Riyanti