Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tidak Dipengaruhi LSD, Penjualan Sapi di Pasar Beringkit Lancar

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 19 Januari 2026 | 17:57 WIB

Penjualan sapi yang tidak dipengaruhi penyakit LSD di Pasar Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Senin (19/1).
Penjualan sapi yang tidak dipengaruhi penyakit LSD di Pasar Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Senin (19/1).

BALIEXPRESS.ID - Penyakit kulit infeksius atau Lumpy Skin Disease (LSD) tidak mempengaruhi penjualan sapi di Pasar Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi.

Hal ini lantaran suplai sapi asal Jembrana dihentikan sementara.

Sejumlah upaya juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyebaran LSD.

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Ngerehan di Pura Dalem Sakenan Munggu, Tekankan Efektivitas Hibah Sekaligus Nyumpangin Sekar Emas

Berdasarkan hasil pemantauan, meski pasar hewan tidak dibuka, masih ada aktivitas pengiriman sapi.

Bahkan ada sejumlah sapi yang ditimbang sebelum nantinya dikirim menuju daerah lain dari Pasar Beringkit.

Ada juga sejumlah sapi yang dititipkan di pasar tersebut.

Baca Juga: Gerindra Bali Sejalan dengan DPP, De Gadjah Jelaskan Dukungan Pilkada Melalui DPRD

Plt Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Buana Putra mengatakan, penjualan sapi saat ini masih berjalan seperti biasa.

Hanya saja pengiriman sapi dari Jembrana memang dihentikan sementara.

“Kami hanya mempersempit lalu lintas sapi dari wilayah Jembrana, khususnya dari beberapa desa yang terjangkit untuk sementara ditahan masuk ke Pasar Beringkit,” ujar Bhuana Putra saat ditemui Senin (19/1).

Baca Juga: Go International! INSTIKI Buka Peluang Student Exchange ke Malaysia, Gandeng 7 Universitas Top

Pihaknya menyebutkan, telah berkoredinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Diseperpa) Kabupaten Badung terkait antisipasi penyebaran LSD.

Langkah ini pun disambut baik oleh pemerintah dengan dilakukan penyemprotan atau sterilisasi dengan desinfektan di area Pasar Beringkit.

“Selain itu saat pasar buka, Minggu (18/1) kemarin mereka juga sudah melakukan langkah preventif dengan spraying (disemprot cairan desinfektan) terhadap  sapi yang masuk,” ungkapnya.

Meski ada pembatasan pengiriman sapi, Bhuana Putra menerangkan, aktivitas perdagangan di Pasar Beringkit dilaporkan tidak mengalami gangguan.

Terlebih masih ada kiriman sapi dari daerah lainnya.

Sehingga dirinya memastikan sirkulasi penjualan sapi masih berjalan normal.

​“Potensi pendapatan di Pasar Beringkit terkait masalah LSD ini tidak berpengaruh karena sejauh ini belum ada penurunan penjualan. Sirkulasi penjualan sapi di Beringkit masih normal meski kami mempersempit lalu lintas sapi dari wilayah Jembrana untuk sementara,” terangnya.

Lebih lanjut pihaknya menambahkan, saat ini sedang merancang anggaran khusus untuk mengantisipasi penularan LSD.

Terlebih hal ini perlu diantisipasi jika memang penyakit tersebut muncul di Pasar Beringkit.

“Rencana kami akan anggarkan khusus, jadi kami memiliki langkah preventif yang lebih cepat. Untuk itu perlu peningkatan kapasitas, penyediaan anggaran, dan juga tetap koordinasi dengan pihak terkait,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#sapi #LSD #pasar beringkit