SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat merespons bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah pada Jumat malam (6/3). Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan hulu menyebabkan aliran sungai meluap dan menerjang beberapa kecamatan, yakni Busungbiu, Seririt, Sukasada, dan Banjar. Dari keempat wilayah tersebut, Kecamatan Banjar menjadi lokasi yang mengalami dampak paling parah, dengan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta korban jiwa dan warga yang dilaporkan hilang.
Sebagai langkah cepat penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar rapat koordinasi lintas instansi di Kantor BPBD Kabupaten Buleleng pada Sabtu (7/3) sore. Rapat yang dimulai pukul 16.00 WITA itu melibatkan berbagai perangkat daerah serta unsur TNI dan Polri guna menyusun langkah penanganan terpadu agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Asisten I Setda Buleleng Putu Ariadi Pribadi dan dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Camat Banjar, Camat Sukasada, Sekretaris Camat Busungbiu, serta perwakilan dari sejumlah instansi terkait. Turut hadir pula perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas PUPR Perkim, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Pemadam Kebakaran, hingga perwakilan dari Kecamatan Seririt.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah penanganan darurat yang harus segera dilakukan di lapangan. Salah satu keputusan penting adalah pengerahan dua unit alat berat oleh Dinas PUPR Perkim untuk membantu proses pembersihan material banjir dan perbaikan di lokasi terdampak.
Alat berat tersebut akan dioperasikan selama enam hari guna mempercepat penanganan sisa material banjir seperti lumpur, kayu, dan sampah yang terbawa arus dan menumpuk di bantaran sungai maupun di sekitar permukiman warga.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kerusakan jaringan air akibat banjir. Sebanyak enam unit mobil tangki air disiapkan untuk melayani kebutuhan air bersih di sejumlah desa terdampak.
“Adapun desa yang memerlukan suplai air bersih meliputi Banjar Tegeha, Tampekan, Banjar, Dencarik, Banyuseri, dan Bestala. Mobil tangki air disediakan secara kolaboratif oleh BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, PMI Kabupaten Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup, serta PDAM Buleleng,” ujar Ariadi.
Baca Juga: TRC Salurkan 20.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kerusakan Pipa di Banjar Tegeha
Di sektor pelayanan masyarakat, Dinas Sosial juga bergerak menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi tenda darurat, selimut, alas tidur, serta kebutuhan pokok bagi warga yang rumahnya terdampak bencana.
Sementara itu, Dinas Kesehatan melalui puskesmas setempat turut memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat guna mengantisipasi gangguan kesehatan pascabencana. Satpol PP juga diterjunkan untuk melakukan penjagaan di sejumlah titik pos lapangan guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
Untuk mempercepat koordinasi penanganan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga membentuk Posko Terpadu yang berlokasi di Kantor BPBD Kabupaten Buleleng. Selain itu, pos lapangan juga didirikan di wilayah Polsek Banjar untuk memudahkan koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam proses penanganan bencana.
Unsur TNI dan Polri juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh proses penanganan di lapangan, termasuk membantu proses evakuasi, pencarian korban, hingga kegiatan pembersihan lingkungan yang terdampak banjir.
Sebelumnya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra juga telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak di Kecamatan Banjar pada Sabtu pagi. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Gede Suyasa, Kepala Dinas PUPR Perkim I Putu Adiptha Eka Putra, serta Camat Banjar Putu Widiawan.
Bupati Sutjidra menginstruksikan seluruh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga Polair untuk bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Tim juga diminta melakukan penyisiran sepanjang bantaran sungai hingga ke wilayah muara di Kalianget untuk mencari warga yang dilaporkan masih hilang.
“Saat ini tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga ke muara. Semua unsur dilibatkan agar proses pencarian dapat berjalan maksimal,” tegasnya.
Selain fokus pada penanganan masyarakat, perhatian juga diberikan terhadap fasilitas pendidikan yang terdampak banjir. Beberapa sekolah seperti SD Negeri 5 Banjar, SMP Negeri 3 Seririt, dan TK Bestala akan segera dibersihkan melalui kegiatan gotong royong secara manual agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. ***
Editor : Dian Suryantini