Sebagai hubungan yang sakral, tentu saja perkawinan selalu diawali dengan upacara yang menjadi pengikat sebuah hubungan untuk menjalani kehidupan grahasta Asrama.
Upacara perkawinan disesuaikan dengan dresta atau adat istiadat yang berlaku di tempat tinggalnya.
Di Bali, Pawiwahan dilaksanakan dengan berbagai tradisi adat dan budaya. Tetapi sarat akan nilai-nilai agama.
Dalam Hindu, ada sejumlah doa yang bisa diucapkan agar perkawinan yang bersumber dari Weda, baik tertuang dalam Rg Weda maupun Atarwa Weda.
Do aitu diharapkan dapat menguatkan ikatan perkawinan, baik yang diucapkan mempelai Wanita, mempelai pria, sumpah perkawinan, doa keselamatan penganten, serta doa-doa yang diucapkan orang lain kepada mempelai.
Sehingga doa-doa bisa menguatkan mempelai menjalani kehidupan berumah tangga atau grahasta.
Doa Ikatan Perkawinan:
OM Samany jantu visve devah, sam apo hrdayani nau sam matarisva sam ghata, samudesti dadhatu nau ( R.W.85.17)
Artinya: Ya Hyang Widhi, semoga Dewa dan Api, mempersatukan hati kami. Semoga Matarishwa, Ghata, Deshtri, semuanya memadukan kami
Doa Perkawinan Yang Diucapkan Mempelai Wanita:
OM Dirghayur astu mepatir jivati saradah satam. (A.W. XIV.2.71)
Artinya: Ya Hyang Widhi, semoga suamiku dikaruniai umur panjang, semoga ia hidup seratus tahun.
Doa Perkawinan Yang Diucapkan Mempelai Pria (laki-laki):
Samaham asmi rktvam dyaur aham prthivi tvam (A.W.XIV.2.71)
Artinya: Aku sebagai lagu (saman), engkau sebagai irama (rk). Aku langit, engkau bumi.
Doa Sumpah Perkawinan:
Grmnami te saidbhagatvasa hastam maya patya jaradastir yathasah bhago aryama savita puramdhir. mahyam tvadur garhapatyaya devah. ( R.W.X.85.36.)
Artinya: Saya pegang tanganmu demi keberuntungan, semoga kiranya engkau hidup lama bersama saya dalam hubungan suami dan istri. Ya Hyang Widhi dalam wujud-Mu Dewa Bhaga, Ryama, Sawitar,
Purandi, Engkau menganugrahkan suami kepadaku sebagai penuntun keluargaku, menganugrahkan istri kepadaku sebagai pengatur rumahku.
Doa Untuk Keselamatan Penganten:
OM Sumangalir iyam vadhur, imam sameta pasyat, saubhagyam asyai dattvaya, thastam vim paretana. (R.V.X.85.33)
Artinya: Ya Hyang Widhi, nampaknya keberuntungan kepada penganten ini. Datanglah Engkau, rahmatilah, juga sekalian yang hadir. Semoga dia sejahtera dan ketika kembali ke rumahnya.
Doa Perkawinan Yang Diucapkan Oleh Orang Lain:
OM Ihemavindra sam nuda vakavakeva dampati.
Artinya: Ya Hyang Widhi, persatukanlah kedua mempelai ini. Ya indra, laksana chakrawaka dengan betinanya
Editor : I Putu Mardika