BALIEXPRESS.ID – Musibah beruntun yang dialami sebuah keluarga di Sibanggede, Kabupaten Badung, Bali, diduga terjadi akibat kelalaian dalam urusan niskala.
Salah satu keturunan pemangku Goa Peteng mengungkapkan pengalamannya yang tragis setelah lupa menghaturkan banten saat piodalan di merajannya.
Peristiwa ini diceritakan oleh Ketut Gede Arya Adnyana kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di Desa Sibanggede, Abiansemal, Badung.
Menurut Arya, beberapa tahun yang lalu, keluarganya sedang melaksanakan piodalan di merajan rumah mereka.
Karena banyaknya agenda piodalan, Arya dan keluarganya tidak sempat memeriksa apakah semua banten telah dihaturkan.
“Banten untuk matur piuning di Goa Peteng sudah disediakan, namun kami semua lupa. Setelah diingat-ingat keesokan harinya, ternyata banten tersebut belum dihaturkan ke Goa Peteng,” ujarnya.
Beberapa hari kemudian, musibah mulai menghampiri keluarganya.
Dari kecelakaan motor hingga anaknya terluka parah akibat tertusuk bambu, yang memerlukan 12 jahitan.
Arya merasa musibah-musibah ini adalah akibat dari kelalaiannya dalam menghaturkan banten.
Merasa ada yang aneh, Arya akhirnya memutuskan untuk nunas baos (meminta petunjuk) ke seorang balian.
Dari petunjuk yang diterimanya, Arya diingatkan bahwa ia melupakan palinggih di Goa Peteng, yang terletak di sebelah barat jurang Desa Sibanggede.
Memang benar, saat piodalan di merajannya, Arya lupa menghaturkan banten ke palinggih Goa Peteng karena terlalu banyak hal yang harus diurus.
Goa Peteng, yang berkaitan erat dengan merajan keluarganya, ternyata memiliki hubungan spiritual dengan Pura Tanah Ayu, tempat pasucian yang digunakan saat piodalan berlangsung.
Pura Tanah Ayu, yang disungsung oleh subak hingga saat ini, merupakan sumber air penting bagi masyarakat setempat.
Arya juga mengungkapkan bahwa pada masa lalu, di Tanah Ayu yang berkaitan dengan Goa Peteng, hanya terdapat sebuah batu.
Karena pentingnya sumber mata air tersebut bagi warga dan subak, akhirnya dibuatkan palinggih dan pura oleh subak setempat dengan nama Pura Tanah Ayu.
Pura ini kini menjadi tempat suci bagi tiga subak, yaitu Subak Tirta, Subak Taman Sari, dan Subak Darma Yasa. ***
Editor : I Putu Suyatra