Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan Orang Ikuti Pelebon Cokorda Pemecutan XI

I Putu Suyatra • Sabtu, 22 Januari 2022 | 05:03 WIB
PELEBON: Layon Ida Cokorda Pemecutan XI saat akan dibawa ke bade tumpang 11 pada puncak pelebon, Jumat (21/1). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)
PELEBON: Layon Ida Cokorda Pemecutan XI saat akan dibawa ke bade tumpang 11 pada puncak pelebon, Jumat (21/1). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI dengan tingkatan paling tinggi Pratiwa Nyawa Ngasti Wedana dilangsungkan pada Jumat (21/1) dan berjalan dengan lancar. Sekira pukul 12.00 Wita, bade tumpang solas berjalan menuju Setra Badung. Ribuan orang mengikuti prosesi ini.

Di depan bade nan megah berbobot 2 ton tersebut, mengiringi lembu putih dan di depannya juga berjalan ogoh-ogoh Cupak dengan raut wajah beringas yang terselip pecut di belakang sesaputannya.

Lokasi Puri Pemecutan dengan Setra Badung memang tak terlalu jauh,  kurang lebih 200 meter. Tapi, megahnya bade serta iring-iringan dari keluarga Puri Pemecutan dan masyarakat membuat perjalanan memakan waktu cukup lama.

Setiba di Setra Badung, layon Ida Cokorda Pemecutan XI diturunkan menuju lokasi pembakaran. Kurang lebih pukul 16.00 Wita, layon Ida Cokorda telah selesai di kremasi. Setelah itu, abu Ida Cokorda dilarung menuju Pantai Melasti di Kuta, Badung.

Itulah sedikit gambaran mengenai upacara pelebon salah satu raja terkenal di Bali. Rangkaian upacara juga berlangsung cukup lama. Dimulai tanggal 2 Januari 2021 hingga puncaknya pada tanggal 21 Januari kemarin.

Sebelum bergelar Ida Cokorda, nama welaka beliau yakni AA Ngurah Manik Parasara. Kemudian di tahun 1989, tepatnya tanggal 16 Juli 1989, AA Ngurah Manik Parasara mabiseka atau dinobatkan sebagai raja dengan bergelar Ida Cokorda Pemecutan XI, menggantikan ayahanda beliau Ida Cokorda Pemecutan X yang lebar tanggal 17 Maret 1986. Artinya, sudah 32 tahun AA Ngurah Manik Parasara atau Ida Cokorda Pemecutan XI sudah menjadi pucuk wargi ageng Puri Pemecutan.

Ida Cokorda Pemecutan XI sendiri wafat diusia 76 tahun di bulan Desember 2021 lalu. Raja Pemecutan kelahiran 17 April 1945 ini didiagnosis meninggal akibat komplikasi jantung, asam urat dan diabetes. Ida Cokorda Pemecutan XI meninggalkan seorang istri yakni AA Ayu Suryaningsih, dengan empat putra-putri yaitu AA Sagung Ratna, AA Ngurah Damar Negara, AA Mas Indah Sari dan AA Ngurah Kerthagama serta 12 orang cucu.

Terkait karir beliau di kancah pemerintahan, Ida Cokorda Pemecutan XI pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Badung periode 1977-1982. Kemudian Anggota DPRD Provinsi Bali periode 1987-1992 dan Anggota MPR RI Fraksi Golkar periode 1992-1997. Ida Cokorda Pemecutan XI juga dianggap sebagai sesepuh Partai Golkar dan dianggap tokoh yang mendirikan Partai Golkar Bali periode 1969-1973.

Untuk karir di adat dan budaya, Ida Cokorda Pemecutan mengemban tugas sebagai Tedung Jagat Denpasar. Selain itu, Ida Cokorda semasa hidup sering menghadiri kegiatan umat Muslim di Bali terutama warga Kampung Muslim Kepaon dan Kampung Muslim Bugis di Serangan. Hal ini juga tak terlepas dari sejarah terdahulu dimana Puri Pemecutan memiliki kaitan erat dengan dua kampung Islam tersebut.
Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #denpasar #PELEBON IDA COKORDA PEMECUTAN XI