Salah seorang petani di Desa Buahan Kaja, Wayan Kira, di sepanjang Tukad Siap sampai pertemuan dengan Sungai Ayung, Payangan, memang hidup habitat monyet dan kerap melakukan serangan terhadap tanaman pangan yang ada disekitarnya sejak 6 bulan yang lalu.
“Awalnya itu ada beberapa monyet yang datang menyerang kebun, tapi tidak ada yang rusak. Tapi belakangan ini monyet-monyet ini semakin ganas,” bebernya Kamis (10/3).
Bahkan, diperkirakan ada ratusan monyet yang menyerang kebun mereka dalam semalam. Ia yang memiliki kebun pisang dan salak pun dibuat pusing karena salak Bali yang hendak di panen ludes dimakan para monyet tak bersisa. “Bukan saya saja, petani lain juga banyak yang rugi juga. Sebagian besar petani di sepanjang Tukad Siap, dari Desa Buahan Kaja sampai Banjar Bunteh, Desa Kerta. Selain pisang dan salah, ada juga mangga sampai durian,” sebutnya.
Atas kondisi tersebut, ia bersama petani lainnya sejatinya pernah berupaya menghalau kawanan monyet tersebut, hanya saja usaha itu tak membuahkan hasil. “Kalau siang masih bisa kami usir, tapi kalau malam ya habis sudah kebun kami,” sambungnya.
Kondisi itu pun dibenarkan oleh Kelian Subak Abian Buahan Kaja, I Made Sandiasa. Menurutnya di sungai tersebut memang ada habitat monyet yang tinggal. Namun diduga karena pakan menipis, maka kawanan monyet tersebut masuk ke kebun warga. "Dan untuk mengatasi ini harus dilakukan secara bersama-sama, bagaimana setidaknya agar petani tidak dirugikan," sebutnya.
Terkait kondisi tersebut, Plt Kabid Pembibitan dan Produksi, Dinas Pertanian Gianyar, Made Santiarka mengatakan jika serangan kawanan monyet tidak hanya terjadi di sepanjang DAS di Kecamatan Payangan, namun juga hingga di DAS Tukad Petanu di Buruan, di wilayah Kemenuh dan sejumlah wilayah lain. “Itu disebabkan oleh beberapa faktor, faktor utamanya karena habitat kera menyempit karena penebangan kayu untuk bangunan,” ujarnya.
Sementara untuk para monyet tersebut, sebelumnya di tangani BKSDA dan untuk di Kabupaten ditangani Damkar. Sayangnya, Damkar tidak bisa menangani keseluruhan dari serangan monyet di lahan pertanian. "Kecuali ada monyet lepas yang menyerang warga, barulah Damkar turun tangan," tandasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana