Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terlibat Perkelahian, Siswa SMP di Klungkung Alami Patah Tulang Hidung, Ortu Lapor Polisi

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 19 September 2023 | 22:06 WIB
Ilustrasi perkelahian. (Jawa Pos)
Ilustrasi perkelahian. (Jawa Pos)

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Diduga terlibat perkelahian dengan sesama siswa, seorang anak berusia 13 tahun mengalami luka-luka hingga patah tulang hidung.

 

Akibatnya siswa salah satu SMP Negeri di Kabupaten Klungkung, Bali, harus menjalani perawatan di RSUD Klungkung dan keluarga korban melapor ke Polres Klungkung.

 


Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi Senin 17 Juli 2023 lalu. Dimana ketika itu orang tua korban berinisial MBRP, 13, alamat Kecamatan/Kabupaten Klungkung, dihubungi oleh pemilik kantin sekolah bahwa anaknya terlibat perkelahian dengan sesama siswa. 


Mendapatkan informasi tersebut, orang tua korban langsung bergegas ke sekolah namun korban sudah dibawa ke Puskesmas terdekat. Namun saat orang tua hendak menyusul ke puskesmas ternyata korban sudah kembali ke ruang guru.

 


Sayangnya perkelahian yang terjadi tidak bisa dianggap sepele sebab korban mengalami mata sebelah kanan bengkak dan membiru, pipi kanan retak, kaki kanan bagian betis bengkak serta hidung mengalami patah tulang.

 

 

“Korban selanjutnya menjalani pengobatan di RSUD Klungkung dan akhirnya pihak keluarga korban memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke Polres Klungkung pada 18 September 2023,” ungkap salah seorang sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya.


Pihak keluarga korban melaporkan PCPD, 13, alamat Kecamatan/Kabupaten Klungkung, yang diduga telah menganiaya korban. Terlapor sendiri merupakan siswa satu sekolah dengan korban.

 

"Sebenarnya saat Juli korban sudah melapor, lalu 18 September kemarin dilaporkan lagi, " tandas sumber.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana membantah jika korban mengalami patah tulang akibat perkelahian tersebut. Namun memang benar terjadi perkelahian di SMP tersebut.

 

 

“Tidak ada itu patah tulang, hanya dibesar-besarkan saja itu. Dan sudah didamaikan oleh Guru BK,” ujarnya saat dikonfirmasi Selasa (19/9).

 


Ditambahkannya jika perkelahian itu terjadi karena adanya salah paham ketika siswa kelas VIII ngepel lalu ada siswa yang berjalan sehingga lantai kembali kotor.

 

“Sehingga ada yang kena tonjok sedikit, mukanya memar merah sedikit. Dan orang tua kedua siswa sudah bertemu di sekolah kebetulan orang tuanya sama-sama kenal,” tandasnya.

 

 


Terkait hal tersebut Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Anak Agung Made Suantara mengatakan jika pihaknya memohon waktu untuk mengecek laporan tersebut. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #smp #perkelahian #patah tulang #siswa #klungkung