BADUNG, BALI EXPRESS - Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung melakukan penanaman pohon ribuan tabebuya pada Minggu (21/1). Penanaman ini melibatkan dua banjar, yakni Banjar Adat Kauh Pecatu dan Banjar Adat Dempetan Pecatu. Pohon tabebuya dipilih lantaran dapat memberikan pemandangan jalan menjadi lebih indah.
Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan, awalnya pihaknya akan menanam sebanyak 2.800 pohon dan saat ini sekitar 800-1.000 pohon berhasil ditanam di sepanjang Jalan Labuan Sait. Penanaman itu melibatkan dua banjar adat yaitu Banjar Adat Kauh Pecatu dan Banjar Adat Dempetan Pecatu. Dipilihnya pohon tabebuya lantaran dapat memberikan pemandangan melalui dedaunan yang lebat, bunga yang indah, dan beragam warna.
“Kami memilih pohon tabebuya karena ingin Desa Pecatu menjadi kawasan yang asri, hijau, dan berbunga. Kami ingin menciptakan kesan indah dengan topografi kawasan yang semakin memukau,” ujar Sumerta.
Selain pohon tabebuya, rencananya juga akan menanam pohon nyamplung di pesisir Pecatu, sesuai dengan karakteristik tanah perbukitan di daerah tersebut. Hal ini untuk menjaga keseimbangan wilayah desa yang telah terpengaruh oleh pembangunan masif.
“Kami ingin menjaga keindahan desa kami, terutama saat pembangunan yang cukup masif telah mengakibatkan banyak pohon terkena dampak. Oleh karena itu, kami menginisiasi kegiatan penanaman dan penghijauan untuk memulihkan ekosistem dengan menanam pohon perindang,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan dana dalam aksi penanaman pohon ini seluruhnya menggunakan anggaran desa adat. Total anggaran yang digunakan untuk menanam 2.800 pohon ini mencapai kurang lebih sekitar Rp 280 juta. Termasuk biaya untuk membuat lobang pohon dengan menggunakan alat drill.
Penanaman pohon pertama telah dilakukan pada Minggu (14/1) lalu, dimulai dari perbatasan Desa Ungasan hingga Uluwatu yang melibatkan krama Banjar Adat Kangin Pecatu dan Banjar Adat Tengah Pecatu.
“Ketika upacara tangkil pujawali menuju Pura Uluwatu, para pemedak berjalan dari pusat Desa Pecatu ke pura tersebut. Kami berharap dengan tumbuh kembangnya pohon tabebuya, perjalanan ke Pura Uluwatu akan menjadi lebih nyaman dan desa kami semakin asri,” jelas Sumerta yang juga anggota DPRD Badung
Selani penanaman pohon, Desa Adat Pecatu juga akan melakukan pendataan penduduk dan memberikan edukasi tentang pentingnya kebersihan. Pihaknya berencana membagi wilayah menjadi beberapa bagian dan memberikan tanggung jawab kepada masing-masing banjar atau lingkungan untuk melakukan pembersihan secara berkala, baik per minggu maupun per bulan.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan menjaga lingkungan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Desa Adat Pecatu.
“Setelah penanaman pohon ini, ada banyak kegiatan yang kami lakukan. Salah satunya terkait pendataan penduduk dan memberikan edukasi bagaimana pentingnya kebersihan. Kami tidak hanya menanam pohon, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga kebersihan desa. Pendataan penduduk dan aksi kebersihan bersama akan kami lakukan secara terus menerus,” pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana