GIANYAR, BALI EXPRESS – Dalam rangka ketahanan pangan di Kabupaten Gianyar subak kwalonan, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, panen raya padi organik , Selasa (26/3). Total 9 hektare lahan sawah yang ditanam padi organik ini dipanen.
Baca Juga: Keren, Distan Denpasar Gunakan Drone untuk Pertanian Presisi
Dalam panen tersebut dihadiri Panglima Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi dan Komandan Resor Militer (Danram) 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida Bagus Ketut Surya Wedena.
Dalam sambutannya Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi mengatakan, sangat berbahagia bisa hadir di Desa Sidan Kabupaten Gianyar dalam rangka melaksanakan panen khususnya padi organik yang ada di Desa Sidan.
Baca Juga: Pemuda Adat Papua Mengutuk Keras Penembakan Terhadap Aparat Keamanan oleh KST
“Desa Sidan ini merupakan pilot project untuk pengembangan padi organik jadi kita bekerja sama dan disinilah bentuk sinergitas yang sangat baik sekali antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, kemudian ada TNI Polri itu kita sama-sama mensukseskan ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Gianyar," ujar Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi usai panen padi organik.
Dirinya menjelaskan bahwa, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki indeks ketahanan pangan tertinggi nasional.
Baca Juga: Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dengan 9 Negara Mitra
Kodam IX/Udayana melalui program ketahanan pangan ingin membantu dan mendukung mensukseskan Kabupaten Gianyar sebagai salah satu lumbung pangan yang ada di Provinsi Bali.
"Ini (program ketahanan pangan) sangat membantu, tentunya distribusi pupuk harus lancar kemudian masalah pengairan juga. Kemarin kebetulan saya meninjau di Kediri Kabupaten Tabanan, disitu memang ada beberapa permasalahan pengairan dan kemudian diatur oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) kita coba untuk selesaikan. Disini juga (Desa Sidan) pengairan juga sangat penting dan sudah bagus semoga bisa kita terus pertahankan," katanya.
Baca Juga: Peningkatan Perekonomian dan Kesejahteraan Indonesia Timur Melalui Pembangunan Papua
Dirinya mengatakan, Pada panen raya padi organik di Desa Sidan ini, total lahan sawah kurang lebih 9 hektare dengan menghasilkan 7,47 ton padi organik per satu hektare lahannya. Ini merupakan hasil yang cukup baik, dimana biasanya per satu hektare lahan hanya mampu menghasilkan 5 sampai dengan 6 ton padi organik saja.
Baca Juga: Canggih, Teknologi Modifikasi Cuaca dapat Mendukung Penanggulangan Bencana Cuaca di Indonesia
"Karena organik ini kan permintaan atau demand nya cukup tinggi, di Bali kesadaran masyarakat untuk bisa hidup sehat mengonsumsi produk-produk organik ini semakin tinggi dan tentunya kita akan coba kembangkan di wilayah-wilayah lain," tutupnya. (nan)
Editor : Wiwin Meliana