SINGARAJA, BALI EXPRESS - Musibah kebakaran melanda rumah milik Nyoman Rejeki, seorang petani berusia 60 tahun di Banjar Dinas Asah, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Kebakaran Kamis, 28 Maret 2024 menghanguskan ruma korban. Habis tak tersisa.
Berdasarkan keterangan warga dan kepolisian, saat terjadi kebakaran Rejeki tengah tertidur di dalam rumah.
Ia sedang sakit dan usai meminum obat. Lantaran efek samping obat yang menyebabkan kantuk, makai a tertidur.
Beberapa jam kemudian, Rejeki merasakan hawa panas dalam rumahnya.
Ia lantas terbangun dan mendapati api telah menjalar ke beberapa bagian rumah hingga ke atap.
Rejeki pun meminta pertolongan kepada tetangganya. Namun teriakan Rejeki sia-sia.
Tidak ada satu pun tetangganya yang datang. Ia terpaksa harus berlari ke rumah tetangganya yang cukup jauh dari rumahnya.
Saat ia kembali bersama tetangganya, rumah miliknya telah habis terbakar.
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, akibat kebakaran itu, korban mengalami kerugian Rp100 juta.
Tidak hanya rumah, harta benda di dalam rumah itu juga hangus tidak tersisa.
Rumah berukuran 5x6 meter dengan dinding setengah tembok batako dan papan, atap seng dan lantai semen dengan mudah ditelan Si Jago Merah.
“Ada uang Rp27.615.000 dalam rumah yang akan digunakan melunasi kredit di bank. Itu ikut terbakar juga,” ungkapnya, Jumat, 29 Maret 2024..
“Selain itu ada perabotan, lemari pakaian, peralatan dapur, kasur, perhiasan dan sepeda motor, ikut terbakar juga,” tambahnya.
Akibat kejadian itu untuk sementara Rejeki tinggal menumpang di rumah tetangganya.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran ini serta memberikan bantuan kepada keluarga yang terkena dampak.
Rejeki menduga bahwa penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Polsek Banjar telah mengambil alih penanganan kebakaran ini. (*)
Editor : I Made Mertawan