BALIEXPRESS.ID - Meningkatnya kasus kasus penularan Demam Berdarah Dangue (DBD) pada periode bulan Mei-Juni 2024 menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dr. Ida Bagus Surya Wira Andi perubahan cuaca ekstrem, menurunnya kesadaran masyarakat dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
"Sehingga tingkat pemantauan jentik yang kurang optimal, dan pertumbuhan populasi yang pada di daerah perumahan. Pemeliharaan lingkungan yang buruk, terutama dalam pengelolaan sampah plastik yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, juga berkontribusi," jelasnya.
Terkait masalah fogging, dr. Wira Andi mengakui jika fogging dinilai tidak tidak efektif dalam mencegah penyebaran DBD. Pasalnya fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa saja.
Sedangkan jentik tidak bisa dibasmi dengan fogging.
Selain itu, pelaksanaan fogging di Kabupaten Tabanan di tahun 2024 juga tidak terlalu maksimal karena anggaran untuk melakukan fogging, tahun 2024 berkurang dari sebelumnya Rp 343 juta pada 2023 menjadi Rp 241 juta pada 2024.
Karena itu, di tahun 2024 Lokus untuk melakukan fogging juga berkurang, dari yang diusulkan sebanyak 60 lokus hanya mendapat alokasi dana sebanyak 38 lokus. Sedangkan pada tahun 2023 lalu, lokus pelaksanaan fogging di Kabupaten Tabanan sebanyak 45 lokus.
"Terkait berkurangnya anggaran di tahun 2024 ini, kami dari Dinas Kesehatan sudah berkoordinasi dan mengajukan surat untuk penambahan anggaran dari APBD, sehingga fogging bisa maksimal dilakukan di 60 lokus yang kami ajukan," lanjutnya.
Sementara aktivitas fogging masih terbatas, dr. Wira Andi menyatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait strategi pencegahan yang disarankan pihaknya adalah pelaksanaan PSN secara intensif, penyediaan fasilitas pengecekan DB di Puskesmas, dan kampanye kesehatan di Dusun, Banjar, dan Desa.
Selain itu, koordinasi dengan rumah sakit pemerintah dan swasta terus dilakukan untuk menangani kasus DB. “Kami juga berharap adanya bantuan pendanaan untuk program Jumantik Desa guna menekan kasus DB yang terus meningkat,” tambahnya.
Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, tercatat, pada tahun 2023, jumlah kasus DBD di Tabanan jumlah kasus DBD mencapai 644 kasus DBD, dengan 358 kasus terjadi dari Januari hingga Mei dan angka kematian sebanyak 4 kasus.
Sedangkan, di tahun 2024, jumlah kasus melonjak drastis menjadi 1.027 kasus, atau meningkat sebesar 609 kasus dengan jumlah kematian mencapai 3 kasus. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana