Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fakta Mengejutkan dari Kematian Pentolan Ormas Gung Balang dan Istri di Denpasar, Benarkah Ulah Pati?

I Gede Paramasutha • Rabu, 25 September 2024 | 02:27 WIB
Anak Agung Ketut Ngurah Setyawan alias Gung Balang (38) dan istrinya, Anak Agung Sri Agung (38) tewas di kamar rumah mereka di Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar, Bali.
Anak Agung Ketut Ngurah Setyawan alias Gung Balang (38) dan istrinya, Anak Agung Sri Agung (38) tewas di kamar rumah mereka di Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Penemuan jenazah pentolan ormas Baladika Bali, Anak Agung Ketut Ngurah Setyawan alias Gung Balang, 39, dan istrinya, Anak Agung Sri Agung, 38, pada Senin malam (23/9), mengejutkan banyak pihak.

Kini, polisi menguak fakta baru terkait penyebab kematian pasangan suami istri di rumahnya, di Jalan Kebo Iwa Utara, Banjar Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar, Bali ini.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Polresta Denpasar, kedua korban mengalami luka tusuk, yang diduga kuat menjadi penyebab kematian tragis tersebut.

Penemuan pasangan suami istri ini bermula dari kecurigaan keluarga, ketika orang tua korban, Anak Agung Kompyang Oka Teji, menyadari bahwa Gung Balang dan istrinya tidak keluar dari kamar sejak Minggu (22/9) sore.

Setelah mengunci diri di kamar pada sekitar pukul 17.00 WITA pada Minggu sore itu, Gung Balang dan istrinya tidak pernah keluar kamar hingga keesokan harinya.

Sebaliknya, keluarga mulai curiga lantaran dari dalam kamar menguar aroma tidak sedap. Kamar pasutri itu dalam kondisi terkunci.

Khawatir dengan situasi tersebut, saksi Anak Agung Ngurah Mahardika, bersama anaknya, memutuskan untuk membuka pintu kamar menggunakan linggis.

"Ketika pintu berhasil dibuka, pasangan suami istri itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa," jelas Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Selasa (24/9/2024).

Sukadi mengungkapkan bahwa kedua korban ditemukan dalam posisi terbaring miring. Anak Agung Sri Agung mengalami luka tusuk pada bagian leher sebelah kanan, sementara Gung Balang menderita luka tusuk di dada sebelah kiri.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sebuah pisau dengan gagang kayu yang berlumuran darah kering, sarung pisau, serta handphone milik korban. Pisau tersebut diduga kuat menjadi alat yang digunakan dalam kejadian ini.

“Berdasarkan hasil olah TKP, kedua korban mengalami luka tusuk yang diduga kuat disebabkan oleh senjata tajam," katanya.

Ketika disinggung soal kenapa pasutri ini tewas, AKP Sukadi mengatakan bahwa dugaan sementara karena bunuh diri atau ulah pati.

"Untuk sementara, kami menduga kasus ini sebagai bunuh diri atau ulah pati,” ujar AKP Sukadi.

Meski begitu, pihak kepolisian masih mendalami bukti dan mengumpulkan informasi untuk memastikan kronologi kejadian.

Jenazah Gung Balang dan istrinya dievakuasi oleh ambulans BPBD Kota Denpasar dan PMI Kota Denpasar pada sekitar pukul 22.00 WITA, Senin malam. Kedua korban kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RSUP Prof Dr I.G.N.G. Ngoerah untuk keperluan autopsi lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan bahwa jenazah pasangan suami istri ini pertama kali ditemukan oleh sang anak.

Gung Balang dikenal sebagai pentolan sebuah organisasi masyarakat di Denpasar, sehingga berita kematiannya mengejutkan banyak pihak. ***

Editor : Y. Raharyo
#bali #Baladika #tewas #Anak Agung Ketut Ngurah Setyawan #denpasar #Gung Balang #ormas