Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penyu Ditemukan di Bekas Bangunan Pembenihan Udang, Ada Jirigen dan Bungkus Makanan

Dian Suryantini • Minggu, 26 Januari 2025 | 11:01 WIB

Bangunan dan lahan bekas pembenihan udang yang menjadi lokasi ditemukannya puluhan penyu hijau di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Bangunan dan lahan bekas pembenihan udang yang menjadi lokasi ditemukannya puluhan penyu hijau di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Temuan puluhan ekor penyu dengan ukuran jumbo pada Jumat (24/1) pagi itu membuat warga sekitar heboh. Selain baru pertama kali melihat penyu liar dengan ukuran besar, mereka juga baru pertama kali mengalami kasus tersebut. Masyarakat setempat pun dengan sukarela membantu penyelamatan penyu bersama BKSDA Bali, BKSDA Buleleng, Polres Buleleng serta pihak terkait lainnya.

Kepala Dusun Banjar Sari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, I Ketut Switra menjelaskan, saat ditemukan, penyu-penyu itu dalam kondisi terikat. Kaki depan para penyu itu terluka akibat ikatan yang kencang.

“Yang saya lihat setelah warga melapor itu, semuanya terluka,” kata Kadus Switra, saat ditemui Sabtu (25/1) siang.

Switra juga mengatakan ditemukan satu jirigen dan bekas bungkus makanan di sekitar lokasi. Namun, setelah ditelusuri, tidak ada satu orang pun di tempat tersebut. Diduga para pelaku sempat beristirahat setelah mengangkut penyu-penyu itu dari tengah laut.

“Jirigen itu kami tidak tahu isinya apa dan untuk apa. Apakah isinya air minum atau yang lain. Kami tidak menemukan orang maupun kapal atau perahu juga di sekitar. Sepi,” kata dia.

Baca Juga: Nelayan Buleleng Temukan Puluhan Penyu Terikat di Pesisir Pantai Pemuteran    

Switra juga menyebut lokasi ditemukannya penyu itu konon adalah sebuah Perusahaan. Perusaahn itu bergerak di bidang pembenihan udang untuk diekspor. Namun, Perusahaan itu telah lama tidak beroperasi. Bangunannya pun terbengkalai dan rusak hingga kini. Banyak bangunan seperti bekas tambak pembenihan dan gedung perkantoran yang keropos dan runtuh.

“Saya tidak tahu tahun berapa mulai beroperasi dan tahun berapa juga berhenti beroperasi. Sudah lama sekali, sekarang bangunannya sudah rusak dan lahan itu kosong. Lahan itu luasnya sekitar 1 hektar dan lokasinya pas di pinggir pantai,” ujar Ketut Switra.

Sebelumnya, sebanyak 22 ekor penyu hijau ditemukan teronggok di lahan itu. Delapan ekor penyu ditemukan di rerumputan dekat pantai, sedangkan 14 lainnya ditemukan di sebuah bangunan kosong yang telah rusak. Penyu-penyu itu pun diduga akan diselundupkan ke beberapa lokasi di Bali. ***

Editor : Dian Suryantini
#penyu #BKSDA Bali #pembenihan udang #gerokgak #bksda #polres buleleng #Pemuteran