SINGARAJA, BALI EXPRESS – Putu Winda Eristyana, seorang gadis berusia 22 tahun asal Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, membuktikan bahwa anak muda bisa berperan besar dalam pertanian modern.
Dengan semangat dan inovasi, ia berhasil menyisihkan 1.004 peserta lainnya dalam ajang Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI tahun 2023 lalu. Prestasinya mengantarkannya menjadi Young Ambassador, menjadikannya peserta termuda yang berhasil mencapai posisi tersebut.
Sejak awal Winda menunjukkan tekad kuat untuk membangun pertanian modern yang lebih efisien dan menarik bagi generasi muda. Selepas mengikuti ajang kompetisi itu, sosoknya telah dikenal sebagai anak muda yang getol mengurus agrowisata di desa kelahirannya.
“Program ini adalah kesempatan besar bagi anak muda untuk melihat bahwa pertanian itu bisa maju dan modern. Saya ingin membuktikan bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi bisa dikembangkan dengan teknologi,” ujar Winda
Inovasi pertanian modern dengan metode hidroponik untuk pengembangan strawberry di Wiwanda Agro Pancasari adalah hal yang kini terus ia lakukan. Wiwanda Agro yang dikelola bersama keluarganya bukan sekadar ladang pertanian biasa.
Tempat ini dirancang sebagai destinasi wisata edukatif yang mengajak anak muda untuk mengenal pertanian dari sudut pandang yang lebih menarik.
“Pertanian harus keren! Bisa bersih, bisa modern, dan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Konsep saya adalah No Kotor, No Baper, No Minder, Jadi Miliarder,” kata Winda dengan penuh antusiasme.
Baca Juga: Jalan Longsor di Desa Galungan Segera Diperbaiki
Kini, setelah resmi dinobatkan sebagai Young Ambassador pada 4 Mei lalu, Winda semakin berkomitmen untuk menginspirasi generasi muda. Ia bertugas memberikan edukasi tentang pertanian modern serta membangun fasilitas pelatihan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya.
“Saya ingin anak muda sadar bahwa pertanian itu masa depan. Dengan teknologi dan inovasi, kita bisa menciptakan pertanian yang lebih efisien dan menguntungkan,” tambah gadis kelahiran 16 Desember 2003 itu. ***
Editor : Dian Suryantini