Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Amor Ing Acintya! Pamit Jaring Ikan, Pekak Mura Ditemukan Tewas Usai Dihantam Ombak Pantai Biaung

I Gede Paramasutha • Kamis, 24 April 2025 | 23:38 WIB
EVAKUASI: Jenazah Pekak Mura dievakuasi setelah ditemukan oleh remaja yang menjaring ikan di Pantai Padanggalak. (Bali Express/Istimewa)
EVAKUASI: Jenazah Pekak Mura dievakuasi setelah ditemukan oleh remaja yang menjaring ikan di Pantai Padanggalak. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Suasana di Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, mendadak gempar, pada Rabu, 23 April 2025, pagi. Pasalnya, seorang pekak (kakek) bernama Wayan Mura, 73, menghilang saat jaring ikan.

Saksi bersama warga di sekitar Pantai Biaung dan pihak berwajib pun telah melakukan pencarian terhadap pekak tersebut. Hingga akhirnya, ditemukan dalam kondisi tewas pada Kamis, 24 April 2025 pagi.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol Tomiyasa pun menjelaskan kronologi kejadian ini.

Awalnya, Pekak Mura berpamitan dari rumah untuk mencari ikan di Pantai Biaung sekitar pukul 08.00 WITA. Lalu, pukul 09.00 WITA, korban baru mulai menjaring.

"Korban menjaring menggunakan alat tradisional dan pelampung berupa ban dalam mobil," ujarnya.

Tiba-tiba, ada ombak besar yang menghantam kakek asal Kesiman Kertalangu itu.

Insiden itu dilihat oleh saksi Wayan Wardika, 60, yang sedang memancing di tepian. Setelah kejadian tersebut, Mura tak terlihat lagi.

Hanya ditemukan ban korban yang mengapung. Sehingga, peristiwa nahas ini dilaporkan ke pihak berwajib. 

Selanjutnya, pencarian dilakukan oleh Polsek Denpasar Timur, Polair Polda Bali dan Polresta Denpasar, Basarnas Bali, Balawista, Kelompok Nelayan Sanur, serta masyarakat.

"Pihak keluarga korban juga telah melakukan ritual di pinggir pantai untuk memohon petunjuk agar pencarian dipermudah," tuturnya.

Namun pencarian hari itu tak membuahkan hasil. Pencarian pun dilanjutkan pada hari berikutnya.

Kebetulan, ada seorang remaja inisial JAY, 16, yang sedang menjaring ikan bersama temannya di tepi Pantai Padanggalak.

Tetapi, remaja itu dibuat terkejut, lantaran melihat sebuah tangan mengambang di laut sekitar pukul 09.00 WITA.

Ia lantas bergegas melemparkan jaring ke arah objek tersebut dan menariknya ke tepian.

Tampak bahwa itu adalah tubuh seorang pria yang ternyata merupakan korban hilang atas nama Wayan Mura. 

Selanjutnya, jenazah Mura dibawa ke Pantai Biaung, yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP).

Baru kemudian dibawa ke rumah duka oleh pihak keluarga.

"Dari pihak keluarga korban menyadari bahwa ini merupakan musibah dan tidak menuntut secara hukum," pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#jaring ikan #tewas #pekak #Pantai Biaung