BALIEXPRESS.ID-Usai pesta kelulusan siswa di SMKN 1 Tejakula menjadi sorotan, kini perayaan kelulusan SMA di Buleleng kembali menjadi perbincangan.
Pasalnya, Senator RI Arya Wedakarna mendapat banyak laporan dari warganet yang menginformasikan sejumlah SMA di Buleleng juga merayakan kelulusan dengan membuat party dan mengundang DJ.
Baca Juga: Turut Bangun Pondasi SDM Unggul, BRI Perkuat Pendidikan di Daerah 3T dengan Teknologi
Misalnya, di SMAN 2 Tejakula, siswa siswi merayakan kelulusan di lingkungan sekolah dengan membuat pesta.
Acara dibuat pada malam hari diiringi dengan music dan pesta kembang api.
Sementara itu, beberapa video lain juga memperlihat sejumlah siswa siswi di SMAN 1 Tejakula juga mengundang DJ saat perayaan kelulusan.
Bahkan di SMKN 1 Busungbiu hal yang sama dilakukan merayakan kelulusan dengan mengundang DJ ternama.
Dalam unggahannya, AWK pun akan segera memanggil kepala sekolah dan juga dinas Pendidikan.
Baca Juga: Bobby Nasution Geram: Setelah Tusuk Gigi Rp100 Juta, Kini Ada Anggaran Busi Racing di Dinas Sosial
“Suksma atas infonya yang sudah masuk ke admin, nanti dinas Pendidikan dan sekolah akan dipanggil. Dimintakan penjelasan dan maunya bagaimana nanti,” tulis AWK melalui akun media sosialnya dikutip pada Jumat (09/05/2025).
Sebelumnya, Perayaan kelulusan siswa SMKN 1 Tejakula, Buleleng, Bali, menjadi sorotan setelah video pesta mereka yang menghadirkan DJ viral di media sosial.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh Senator DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, melalui akun Instagram pribadinya @aryawedakarna pada Rabu, 7 Mei 2025.
Dalam caption unggahannya, Arya mengkritik keras acara tersebut dan menyebut akan melakukan sidak ke sekolah.
“Temuan SMKN 1 Tejakula Buleleng, tunggu AWK sidak ke sekolah yang doyan party… Bali sedang prihatin, ekonomi belum berjalan, kok bisa-bisanya perpisahan sekolah begini,” tulisnya dikutip Kamis, 8 Mei 2025.
Baca Juga: Bravo! Pecalang Banjar Pagutan Padangsambian Berhasil Kosongkan 19 Kamar Kos Bermasalah
Video ini langsung menarik perhatian warganet dan sudah disukai lebih dari 7 ribu akun serta dibanjiri lebih dari seribu komentar.
Sebagian besar komentar berisi kritik terhadap gaya perayaan tersebut, terutama karena dianggap tidak pantas dilakukan dalam suasana prihatin ekonomi.
Beberapa netizen menilai acara tersebut terlalu berlebihan, bahkan menyebut para siswa tampil seperti pengunjung klub malam.
Editor : Wiwin Meliana