Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Proyek MRT Bali ‘Menggantung’, Wagub Giri Prasta Pastikan Tetap Jalan

Rika Riyanti • Selasa, 15 Juli 2025 | 19:51 WIB

KEBIJAKAN: Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta diwawancara usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/7).
KEBIJAKAN: Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta diwawancara usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/7).

 

 

BALIEXPRESS.ID – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, memastikan bahwa proyek transportasi massal berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT) di Bali tetap menjadi prioritas, meskipun Direktur Utama PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, telah menyatakan mundur dari keterlibatannya dalam proyek tersebut beberapa waktu lalu.

Menurut Giri Prasta, pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi internal untuk memastikan kelanjutan proyek MRT yang selama ini digadang-gadang sebagai solusi kemacetan di Bali.

"Nanti akan kita koordinasikan. Itu salah satu alternatif yang bagus sekali. Dan sekarang kan dengan adanya Danantara dengan ada janjinya antara ini mengkomunikasikan juga tentang MRT. Entah siapa yang nanti akan mengambil itu kan keputusan daripada bisnis to bisnis," ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/7).

Baca Juga: Sampah Saset Mulai Disorot, Wagub Giri Prasta Akui Sudah Ada Pembahasan, Tinggal Tunggu Waktu

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali, termasuk dirinya sebagai Wakil Gubernur, akan menyampaikan perkembangan proyek tersebut langsung kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk mendapat persetujuan dan arah kebijakan.

"Kami sebagai pemerintah, apalagi sebagai wakil gubernur, akan menyampaikan kepada Pak Gubernur. Kalau sudah beliau oke, setuju, kita jalan. Saya kira transportasi ini penting," tegasnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menyinggung pentingnya integrasi sistem transportasi di Bali, tidak hanya melalui darat tetapi juga laut.

Baca Juga: Pemprov Bali Canangkan Program Bedah Rumah Rp100 Juta per Unit, Target 1.000 Rumah per Tahun Mulai 2026

Ia memaparkan gagasan tentang tol laut, bukan dalam bentuk jalan fisik di atas laut, melainkan layanan transportasi laut berbasis kapal modern yang menghubungkan berbagai titik strategis di Bali.

"Termasuk tol laut loh, bukan yang mati saja. Artinya begini, kalau kita berbicara masih tol laut itu, bukan kita membuat jalan di laut, tidak. Artinya tol laut itu ada sarana prasarana bot besar atau kecil yang berkualitas bagus. Misalkan turun dari Bandara Ngurah Rai, dia tidak lagi ke jalan aspal. Dia langsung dari bot ini misalkan ke Canggu, ke Seminyak. Kan tidak lagi menggunakan fasilitas jalan raya," ujarnya.

Menurutnya, konsep tol laut ini juga bisa mendukung pengembangan kawasan-kawasan wisata baru seperti Amed di Karangasem.

Baca Juga: Dua SD di Karangasem Krisis Murid, Jelang Tahun Ajaran Baru Hanya Dapat Dua Pendaftar

"Misalkan nanti di Amed, nah misalkan kita akan mengembangkan Amed, Karang Asem. Dari bandara dia harus ada tol lautnya ini langsung ke Amed, bukan pakai jalan darat," ucapnya.

Giri Prasta menegaskan bahwa pengembangan transportasi di Bali harus terintegrasi dan menjadi bagian dari visi besar untuk menjadikan Bali sebagai provinsi yang lebih baik dan maju secara infrastruktur.

Baca Juga: Kok Bisa? Dua SD Negeri di Karangasem Hanya Dapat Dua Siswa Baru: Kepala Sekolah Bilang Begini

"Itu. Bali ini harus terintegrasi. Dan kami pastikan kita akan buat Bali ini lebih baik dari sekarang dan kami akan buktikan Koster-Giri ini untuk Provinsi Bali yang kita cintai bersama," pungkasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #mrt #transportasi #giri prasta