BALIEXPRESS.ID-Pemilik akun Facebook @Nengah Setiawan mendadak didatangi petugas dinas Kehutanan usai video dugaan pembabatan hutan lindung di Kawasan Desa Ambengan viral.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Menjangkau Hingga ke Pelosok Negeri
Dalam video yang diunggah melalui akunnya, Nengah Setiawan didatangi oleh dua orang petugas dinas kehutanan.
Terlihat dalam video tersebut, kedua petugas mempertanyakan maksud dan tujuan video yang diviralkan.
Tak terima didatangi, Nengah Setiawan merasa dirinya diintimidasi.
Baca Juga: Viral! Hutan Lindung di Desa Ambengan Diduga Dibabat, Warga Minta Tindakan Tegas
Sebab menurutnya yang seharusnya didatangi oleh petugas adalah oknum yang melakukan pembabatan bukan dirinya yang memviralkan kondisi tersebut.
“Benehne pegawai itu mencari siapa yang membabat hutan, ne justru tiang yang memviralkan kok malah dicari kan ne termasuk pengintimidasian,” tegas Nengah Setiawan dikutip dalam video Selasa (07/10/2025).
Pihaknya pun mempertanyakan apakah pihak dinas kehutanan sudah turun ke lapangan dan mencari tahu siapa yang memberikan izin pembabatan tersebut.
Sementara itu, petugas kehutanan yang mendatangi rumah Nengah Setiawan itu, meminta agar Setiawan mengajak petugas untuk melihat langsung kondisi hutan. Sehingga video yang dipublikasikan tidak terkesan seperti sebuah konten media sosial.
“Jangan datang sendirian. Cari petugas kehutanan, lalu katakan kondisi hutannya seperti apa. Mari bersama-sama menangani ini. Jangan memviralkan seperti ini. Artinya, untuk edukasi ke masyarakat itu supaya benar dan tidak keliru. Itu baru top Pak Nengah,” ujar salah satu petugas.
Petugas lainnya turut menimpali dengan mengatakan bahwa pohon yang ditebang itu akan diganti dengan bibit baru, sebab pohon itu sudah tua. Penebangan pohon itu bukan untuk dicuri. “Kalau dicuri, kayunya ditinggalkan lalu dikomersilkan,” kata petugas itu.
“Buktinya kayunya masih ada disana,” jawab Nengah Setiawan.
“Karena tidak boleh dikeluarkan langsung,” petugas kehutanan kembali menjawab dengan cepat.
Baca Juga: Sukaja Comeback ke Kursi DPRD Tabanan, Siap Perjuangkan Sektor Unggulan Sejalan dengan Fokus Prabowo
Menurut Nengah Setiawan, ia tidak bermaksud untuk membuat kegaduhan. Ia murni ingin mengetahui kondisi hutan dengan pohon-pohon yang ditebang.
Ia pun menyampaikan pohon-pohon dengan ukuran besar tidak mungkin tumbang tiba-tiba. Menurut penglihatannya, beberapa batang pohon itu, sengaja dilukai pada bagian batang sehingga perlahan pohon tersebut mati. "Memangnya ada pohon bisa melukai batangnya sendiri? Kan tidak," kata dia.
Editor : Wiwin Meliana