Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terminal LNG di Sidakarya Dapat Penolakan dari Pelaku Pariwisata, Ketua PHRI Denpasar “Sanur Bisa Rusak, Padahal Sedang Kita Giatkan Wellness Tourism”

Rika Riyanti • Jumat, 17 Oktober 2025 | 00:34 WIB

TOLAK: Ketua PHRI Denpasar sekaligus Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau Gusde
TOLAK: Ketua PHRI Denpasar sekaligus Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau Gusde

 


BALIEXPRESS.ID – Rencana pembangunan Terminal Liquified Natural Gas (LNG) di titik sekitar 3,5 kilometer dari pesisir Pantai Sidakarya, Denpasar Selatan, mendapat penolakan dari pelaku pariwisata di kawasan Sanur.

Mereka khawatir proyek tersebut akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, sosial, dan budaya di wilayah yang menjadi ikon pariwisata Bali itu.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk proyek Terminal LNG tersebut ditargetkan terbit pada akhir September 2025.

Baca Juga: PDIP Bali Gelar Konferda dan Konfercab Serentak, Koster Irit Bicara Soal Kursi Ketua

Rencana lokasi pembangunan disebut berjarak 3,5 kilometer dari garis pantai Sidakarya.

Menanggapi hal itu, Ketua PHRI Denpasar sekaligus Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau Gusde, menyatakan penolakannya terhadap proyek tersebut.

Ia menilai kehadiran terminal LNG berpotensi merusak karakter dan daya tarik pariwisata Sanur.

Baca Juga: Audit BPKP dan Penilaian PU Disorot Hakim dalam Sidang Eks Kepala Sekolah SMKN 1 Klungkung

“Sebagai warga Sanur dan pelaku pariwisata, saya menolak akan rencana Terminal LNG. Pasti akan ada dampak sosial, budaya, lingkungan, dan pariwisata. Wisatawan datang ke Sanur mau melihat keindahan alam, pantai, dan keramahan masyarakat. Kalau ada kilang, sudah tidak indah lagi, dan bagaimana dengan pencemaran laut?” ujar Gusde saat diwawancarai, Kamis (16/10).

Ia menegaskan, Pantai Sanur bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang sosial dan spiritual bagi masyarakat lokal.

“Pantai Sanur adalah pantai untuk banyak hal termasuk acara agama, rekreasi warga lokal dan wisatawan mancanegara,” katanya.

Baca Juga: Menteri Nusron Ajak Mahasiswa Urun Tangan dan Urun Karya Selesaikan Persoalan Pertanahan

Gusde menambahkan, pariwisata Sanur saat ini justru sedang berada dalam tren positif.

Tingkat hunian hotel mencapai lebih dari 80 persen, dan kunjungan wisatawan meningkat menjelang akhir tahun.

“Saat ini Sanur sangat bagus occupancy rate-nya, di atas 80%. Sayang dirusak Sanurnya, apalagi kita sedang menggalakkan wellness. Akhir tahun biasanya tanggal 20-an mulai ramai, sampai Januari pertengahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Bali, I Made Dirgayusa, mengungkapkan bahwa pihaknya mengikuti sosialisasi rencana pembangunan Terminal LNG pada 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Bank BPD Bali Tingkatkan Literasi SBN dan Kapasitas SDM BPR

Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa titik pembangunan berada sekitar 3,5 kilometer dari pesisir Muntig Siokan, Denpasar.

“Namun untuk lokasi dan instalasi masih belum pasti dan menimbang berbagai masukan dari warga,” jelas Dirgayusa.

Ia berharap agar pihak pemrakarsa proyek dapat lebih terbuka terhadap aspirasi masyarakat terdampak.

Baca Juga: Instruksi Kementerian, Dishub Badung Gelar Penertiban Kendaraan Kelebihan Muatan

“Kami berharap pihak pemrakarsa dapat lebih menerima dan mempertimbangkan pendapat masyarakat, sehingga tercipta pembangunan yang seadil-adilnya,” tambahnya.

Pada pertemuan online tanggal 2 Oktober 2025 yang membahas rencana tersebut, sejumlah wilayah seperti Serangan, Pesanggaran, Sanur, Pedungan, dan Sidakarya turut diundang. Namun, Desa Adat Tanjung Benoa belum dilibatkan.

Prajuru Desa Adat Serangan, I Wayan Patut, yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan bahwa titik pasti lokasi pembangunan LNG belum ditentukan.

Baca Juga: Satpol PP Klungkung Tertibkan 24 PKL di Area Alun-alun, Warga Keluhkan Kawasan Mulai Kumuh

Ia meminta agar posisi terminal tidak berdekatan dengan pintu masuk Pelabuhan Serangan.

“Tanggal 2 Oktober kita banyak kasi masukan,” ungkap Wayan Patut di Denpasar, Jumat (10/10).(***)

Editor : Rika Riyanti
#sanur #pariwisata #lng #phri