BALIEXPRESS.ID— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Denpasar menegaskan penolakannya terhadap wacana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke Partai Gerindra.
Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC Gerindra Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, S.H., M.Kn., atau yang akrab disapa Gus Yoga, pada Jumat (7/11).
Baca Juga: Kurikulum Berbasis Industri: Strategi Efektif Mencetak Pemimpin Masa Depan yang Kompeten
Menurutnya, Partai Gerindra memang merupakan partai terbuka bagi semua kalangan, namun hanya bagi mereka yang memiliki ketulusan dan integritas.
Gus Yoga menekankan bahwa Partai Gerindra harus dijaga sebagai rumah perjuangan, bukan sekadar rumah singgah politik. Ia menegaskan, menjaga marwah partai berarti menjaga integritas dan arah perjuangan para pendiri yang telah membangun Gerindra dengan kesetiaan, bukan karena tawaran kekuasaan.
“Gerindra memang partai politik terbuka, namun dengan catatan harus berdasarkan niat tulus dan integritas. Gerindra adalah partai kader yang lahir dari pengorbanan. Pengkaderannya berjalan berjenjang, sistematis, dan berlandaskan ideologi perjuangan. Bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba karena kepentingan,” ujar Gus Yoga.
Baca Juga: BRI Salurkan BLTS Kesra Rp4,4 Triliun kepada 4,9 Juta Keluarga, Dukung Pemerataan Ekonomi Nasional
Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, ia menegaskan bahwa semangat perjuangan yang dibangun sejak awal harus tetap dijaga. Menurutnya, para kader Gerindra telah berjuang dengan sepenuh hati, mengorbankan tenaga, harta, bahkan nyawa demi kepentingan rakyat Indonesia, khususnya di Bali.
“Ini membuktikan bahwa Partai Gerindra berdiri di atas keikhlasan perjuangan, bukan oportunisme sehingga kami dengan tegas menolak rencana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra,” tegasnya.
Ia menambahkan, kemunculan figur yang baru hadir ketika partai berada di posisi kuat ibarat seseorang yang hanya menaiki anak tangga terakhir tanpa melewati proses perjuangan panjang.
“Partai Gerindra merupakan rumah perjuangan bagi mereka yang tetap berdiri tegak, bahkan saat badai datang. Partai Gerindra harus dijaga sebagai rumah perjuangan, bukan rumah singgah politik,” tegas Gus Yoga.
Lebih lanjut, ia menutup dengan penegasan bahwa kesetiaan adalah tolok ukur utama dalam Partai Gerindra. “Gerindra itu partai kader di mana kesetiaan menjadi tolok ukur. Jadi Bapak Budi Arie Setiadi sebaiknya tetap di Projo saja,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Rabu (5/11) menilai Presiden Prabowo Subianto tidak akan mudah terpengaruh oleh manuver politik Projo maupun Budi Arie Setiadi. Ia juga menyoroti langkah Budi Arie yang berencana mengubah logo Projo agar tidak lagi menampilkan siluet wajah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai strategi agar dapat diterima bergabung ke kubu Presiden Prabowo Subianto.(ika)
Editor : Wiwin Meliana