Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sasar Siswa SD, Penyuluh Agama Hindu Gelar Penyuluhan di Desa Adat Gentong

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 29 Januari 2026 | 20:08 WIB
PENYULUHAN : Penyuluh Agama Hindu lakukan penyuluhan kepada anak-anak di Desa Adat Gentong, Tegallalang.
PENYULUHAN : Penyuluh Agama Hindu lakukan penyuluhan kepada anak-anak di Desa Adat Gentong, Tegallalang.

BALIEXPRESS.ID- Penyuluh Agama Hindu, Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Hindu di Desa Adat Gentong, Desa Tegallalang, pada Kamis, (29/1). Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri 4 Tegallalang dan diikuti oleh anak-anak yang duduk di kelas dua hingga kelas enam.

Penyuluh Agama Hindu, Ida Ayu Kade Ratnawati, menjelaskan kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman umat Hindu terhadap ajaran agama, khususnya dalam praktik kehidupan sehari-hari. “Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, penyuluhan diharapkan mampu memperkuat sraddha dan bhakti umat, terutama dalam pelaksanaan yadnya dan hari-hari suci keagamaan,” paparnya.

Materi pertama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah tentang sikap sembahyang dalam ajaran Hindu. Peserta diberikan pemahaman mengenai tata sikap, etika, serta makna filosofis sembahyang sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Penekanan diberikan pada pentingnya ketulusan, konsentrasi, dan kesucian hati dalam melaksanakan sembahyang.

“Selain itu, penyuluhan juga mengangkat materi Tri Manggalaning Yadnya, yang merupakan tiga unsur utama dalam pelaksanaan yadnya, yakni dewata, wiku, dan umat. Materi ini disampaikan untuk memberikan pemahaman bahwa yadnya tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, keharmonisan, dan tanggung jawab spiritual,” terang Dayu Ratna.

Materi selanjutnya membahas Hari Suci Nyepi sebagai salah satu hari suci terpenting dalam agama Hindu. Peserta diajak memahami makna Catur Brata Penyepian serta relevansi pelaksanaan Nyepi dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.

Dalam penyampaiannya, ia berharap kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi umat dan menjadi bekal dalam mengamalkan ajaran Hindu secara lebih mendalam dan bermakna di tengah kehidupan bermasyarakat. *

Editor : Putu Agus Adegrantika