BALIEXPRESS.ID - Kondisi Pariwisata di Bali saat ini sangat dipengaruhi informasi miring yang berkembang di media sosial.
Baik dari isu permasalahan sampah, kemacetan, perkelahian, banjir, dan lainnya. Hal ini pun dinilai dapat mengurangi kunjugan wisatawan ke Bali.
Untuk itu, Ketua Indonesian Food and Beverage Executive Association (IFBEC) Bali I Wayan Eka Darmawan berharap, masyarakat dapat bijak bermedia sosial.
Selain itu memang perlu adanya gerakan bersama untuk menjaga pariwisata Bali.
Darmawan menyatakan, kondisi kunjungan wisatan di awal tahun ini memang mengalami penurunan 20-30 persen.
Meski tergolong biasa terjadi, namun perlu adanya langkah nyata untuk menjaga pariwisata Bali
Pihaknya pun sangat menyayangkan, isu-isu tersebut malah disebarluaskan melalui media sosial.
Ia pun berharap kondisi seperti itu tidak lagi diunggah secara masif. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bijak bermedia sosial, seperti memilah sebeluk diunggah.
“Terutama untuk masyarakat semua, tolong jangan mengepus tentang banjir, perkelahian atau tentang wisatawan nakal yang ada perkelahian dan lain-lain. Itu juga akan menjadi efek. Kedepannya pariwisata kita yang akan terkena dampak. Jadi saya mohon masyarakat untuk lebih bijak dalam bersosial media,” paparnya.
Disisi lain Darmawan pun meminta, pemerintah agar tidak mengurangi anggaran untuk meningkatkan citra wilayah.
Seperti dalam penanganan sampah, begitu juga pembangunan jalan untuk mengurangi kemacetan.
“Jadi dari pemerintah juga untuk anggarannya tolong jangan diefisiensikan. Jadi kita perlu sekali banyak anggaran seperti pembangunan jalan, penanganan kemacetan,” ungkapnya.
Kemudian pria yang juga Koordinator Restoran dan Cafe PHRI Bali ini juga mengajak seluruh pihak dapat melakukan pengolahan sampah.
“Saya tahu pemerintah sudah melakukannya, tapi mungkin bisa dipercepat. Karena mengetahui bulan Maret kita akan mulai rame lagi, mudah-mudahan ini akan cepat berlalu ya,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga