Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sidak Komisi IV DPRD Bali ke SMA Negeri di Gianyar, Blahbatuh Kelebihan, Payangan Kekurangan Murid dan Guru

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 4 Februari 2026 | 15:25 WIB
SIDAK : Pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMA Negeri di Kabupaten Gianyar, Selasa (3/2).
SIDAK : Pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMA Negeri di Kabupaten Gianyar, Selasa (3/2).

BALIEXPRESS.ID – Komisi IV DPRD Provinsi Bali menemukan potret kontras dunia pendidikan di Kabupaten Gianyar saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMA negeri, Selasa (3/2). Sidak tersebut mengungkap persoalan klasik pendidikan, mulai dari kelebihan jumlah siswa dan keterbatasan ruang kelas, hingga menurunnya minat peserta didik serta kekurangan tenaga pengajar.

Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Suwirta, didampingi anggota Komisi IV DPRD Bali Putu Diah Pradnya Maharani dan Ni Made Sumiati, serta jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Gianyar yang diketuai Ni Made Ratnadi. Kunjungan ini menyasar dua sekolah dengan kondisi yang saling bertolak belakang, yakni SMA Negeri 1 Blahbatuh dan SMA Negeri 1 Payangan.

Di SMA Negeri 1 Blahbatuh, Komisi IV DPRD Bali menemukan lonjakan jumlah siswa yang signifikan, hampir mencapai 1.300 orang. Namun, tingginya angka tersebut belum didukung ketersediaan ruang kelas yang memadai, sehingga berpotensi mengganggu efektivitas proses belajar mengajar jika tidak segera dicarikan solusi.

Menanggapi kondisi tersebut, Suwirta menyatakan pihaknya akan mendorong langkah konkret, di antaranya melalui skema tukar guling lahan dengan sekolah dasar di sekitar lokasi serta optimalisasi aset tanah milik Pemerintah Provinsi Bali yang berada di sekitar SMA Negeri 1 Blahbatuh. “Masalah pendidikan tidak bisa ditunda. Negara harus hadir memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga,” tegasnya.

Berbanding terbalik, SMA Negeri 1 Payangan justru menghadapi persoalan kekurangan siswa. Sekolah tersebut hanya memiliki sekitar 300 peserta didik, dengan 10 ruang kelas dalam kondisi kosong. Selain itu, terdapat kekurangan dua guru mata pelajaran yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Melihat kondisi itu, Komisi IV DPRD Bali mendorong terobosan kebijakan dengan mengembangkan SMA Negeri 1 Payangan menjadi SMA Plus Pariwisata. Gagasan ini dinilai selaras dengan potensi wilayah Payangan serta arah pembangunan Bali sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya. Selain itu, diusulkan pula pembangunan aula serbaguna yang dapat difungsikan sebagai ruang pementasan seni dan budaya.

Suwirta menegaskan, hasil sidak ini tidak akan berhenti pada peninjauan lapangan semata. Komisi IV DPRD Bali akan menindaklanjutinya melalui rapat kerja bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali serta melibatkan Komisi II DPRD Bali guna membahas aspek aset, perencanaan, hingga dukungan anggaran. “Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bali,” pungkasnya.*

Editor : Putu Agus Adegrantika