Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Adat Patas, Taro, Jaga Budaya Bali Melalui Kegiatan Pasraman

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 20 Februari 2026 | 18:07 WIB
BUDAYA: Desa Adat Patas, Taro, jaga budaya Bali dengan kegiatan pasraman.
BUDAYA: Desa Adat Patas, Taro, jaga budaya Bali dengan kegiatan pasraman.

BALIEXPRESS.ID - Desa Adat Patas yang berada di wilayah Taro, Kecamatan Tegallalang, kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Bali melalui kegiatan pematangan nyurat Aksara Bali bagi anak-anak pasraman, Kamis (19/2) sore. Kegiatan yang berlangsung di bale banjar desa adat setempat ini menjadi ruang belajar sekaligus ajang pembinaan generasi muda agar semakin mencintai bahasa dan aksara daerahnya sejak dini.

Bandesa Adat Patas, I Wayan Mudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret desa adat dalam menjaga kelangsungan aksara dan bahasa Bali di tengah perkembangan zaman. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal, tetapi juga mampu menulis dan menggunakan Bahasa Bali dengan baik. Ini bagian dari tanggung jawab kami menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Ia berharap pembinaan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan semakin banyak anak yang bergabung dalam pasraman. Dengan dukungan orang tua dan seluruh krama desa, Desa Adat Patas optimistis generasi muda akan tetap bangga menggunakan Aksara Bali dan Bahasa Bali sebagai identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan.

Sebanyak enam anak pasraman mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat. Mereka tampak tekun menyalin huruf demi huruf Aksara Bali di atas buku tulis, dibimbing oleh pembina yang sabar mengarahkan setiap goresan. Suasana belajar berlangsung hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat pelestarian budaya yang tumbuh dari desa.

"Tak hanya pematangan nyurat, kegiatan juga dimeriahkan dengan gladi mesatua atau latihan mendongeng menggunakan Bahasa Bali. Anak-anak diberi kesempatan tampil di depan teman-temannya untuk membawakan cerita rakyat Bali, melatih keberanian sekaligus memperkaya kosakata bahasa daerah yang mulai jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, " paparnya. 

Selain itu, latihan berpidato Bahasa Bali turut menjadi bagian dari agenda pembinaan. Peserta maju menyampaikan pidarta sederhana dengan tema adat dan budaya. Meski masih belia, keberanian mereka tampil di depan umum mendapat apresiasi dari para pengurus desa adat dan orang tua yang hadir menyaksikan.*

Editor : Putu Agus Adegrantika