Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Percepat Pengelolaan Sampah, DLHK Kumpulkan Cleaning Service Di Puspem Badung

Putu Resa Kertawedangga • 2026-03-27 15:52:13
DLHK bersama Bagian Umum Setda Kabupaten Badung saat mengumpulkan seluruh petugas kebersihan atau Cleaning Service di Puspem Badung, Kamis (26/3). (Istimewa)
DLHK bersama Bagian Umum Setda Kabupaten Badung saat mengumpulkan seluruh petugas kebersihan atau Cleaning Service di Puspem Badung, Kamis (26/3). (Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - DLHK bersama Bagian Umum Setda Kabupaten Badung telah mengumpulkan seluruh petugas kebersihan atau Cleaning Service, Kamis (26/3).

Hal ini dilakukan untuk menekankan kembali pengelolaan sampah berbasis sumber.

Terlebih dari 1 April 2026 TPA Suwung akan tidak menerima sampah organik.

Baca Juga: Pemkab Gianyar Gelar Sayembara Desain Logo Maskot “PADMAKARA”

Berdasarkan data yang dihimpun, dalam sebulan sampah yang dihasilkan di kawasan Puspem Badung sekitar 16 ton.

Sampah ini didominasi oleh organik yang berasal dari seluruh taman di area kantor pemerintahan Kabupaten Badung.

Hanya saja masih banyak terdapat residu yang tidak dapat diolah lantaran pemilahan sampah yang belum maksimal.

Baca Juga: Kemenag Gianyar Gelar Kegiatan Ekoteologi di Widyala UWK Magadha, Tampaksiring

Plt Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi mengatakan, keterlibatan petugas kebersihan dan pengelola taman menjadi kunci dalam perubahan sistem pengelolaan sampah di lingkungan pemerintah.

"Sosialisasi hari ini adalah tentang pemilahan sampah berbasis sumber yang wajib dilakukan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung ini. Pemilahan itu adalah sesuatu yang wajib dilakukan karena dengan pemilahan berbasis sumber ini yang dilakukan di perkantoran akan dapat mengurangi volume sampah yang kita bawa ke TPA Suwung," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya pun menargetkan hanya sampah residu yang benar-benar tidak dapat diolah yang akan dibuang ke TPA.

Baca Juga: Terapkan Pola Hidup Sehat, Lansia di Desa Sayan Dilatih Yoga

Hal ini didukung dengan keberadaan 43 teba kota yang difungsikan untuk mengolah sampah organik di kawasan Puspem.

“Kami harapkan yang dibawa ke sana hanya benar-benar residu karena disini sudah ada 43 teba kota yang akan dipakai untuk mengolah sampah organiknya,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi tersebut juga terungkap kondisi sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang masih terbatas.

Sebab jumlah teba modern yang belum mencukupi serta belum meratanya fasilitas tempat sampah terpilah di sejumlah gedung perkantoran.

Guna mempercepat dilakukan penambahan fasilitas pendukung serta optimalisasi sistem pengelolaan yang melibatkan seluruh perangkat daerah.

Disisi Lain, Rai Warastuthi mengakui, pentingnya peran petugas kebersihan dan pengelola taman sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan estetika kawasan Puspem.

"Kami sampaikan bahwa peran mereka sangat penting sebagai ujung toba darat terdepan untuk kebersihan dan keindahan yang ada di puspem ini," paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#DLHK #puspem badung #pengelolaan sampah