BALIEXPRESS.ID – Sambaran petir mengakibatkan kebakaran di kompleks Pura Balai Agung, Desa Adat Abangsongan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (7/4/2026) siang.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita itu membuat tiga palinggih hangus terbakar.
Perbekel Abangsongan, Wayan Widana, menceritakan bahwa saat kejadian wilayah setempat diguyur hujan.
Baca Juga: Rumah Subsidi 2026: Skema Kolaboratif Dorong Pembiayaan Inklusif dan Akses Hunian MBR
Di tengah situasi tersebut, suara petir tiba-tiba menggelegar dan langsung menyambar palinggih meru tumpang pitu.
Sambaran kuat itu memicu kobaran api yang dengan cepat membesar, mengingat atap meru terbuat dari ijuk yang mudah terbakar. “Sekali ada petir langsung menyambar,” ujar Widana.
Api kemudian merembet ke dua palinggih di sebelahnya, yakni meru tumpang lima dan palinggih gedong.
Widana menambahkan bahwa Desa Adat Abangsongan akan segera menggelar rapat prajuru untuk membahas langkah selanjutnya pascakejadian.
“Rapat prajuru desa adat dulu, baru mengambil langkah selanjutnya,” jelas Widana yang juga Kerta Desa, Desa Adat Abangsongan.
Baca Juga: Siswa SMK P Kertayasa Ubud Digembleng Pengetahuan Pranikah
Dari pihak pemerintah daerah, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBD dan Damkar Kabupaten Bangli, Cokorda Lanang Mahendra, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam.
Petugas menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil tangki suplai air untuk membantu mengendalikan api.
Sebelum petugas pemadam tiba, warga setempat terlebih dahulu berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.
Warga ramai-ramai datang ke lokasi setelah mendengar suara kentongan sebagai tanda terjadi bencana.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian sekitar Rp1 miliar,” ungkap Kasi Humas Polres Bangli AKP I Ketut Gede Ratwijaya. (*)
Editor : I Made Mertawan