Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hendak Beli Minuman, Dua ABK Diserang Gerombolan Orang hingga Tewas Dibakar di Benoa

I Gede Paramasutha • Jumat, 10 April 2026 | 13:46 WIB
Petugas mengevakuasi dua ABK yang tewas dibakar di Benoa. (Bali Express/Istimewa )
Petugas mengevakuasi dua ABK yang tewas dibakar di Benoa. (Bali Express/Istimewa )

 

 

BALIEXPRESS.ID – Aksi kekerasan brutal terjadi di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Jumat (10/4) dini hari. Dua anak buah kapal (ABK) tewas mengenaskan setelah diduga dikeroyok sekelompok orang, lalu dibakar di lokasi kejadian.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WITA. Korban diketahui berinisial HA, 28, asal Semarang, dan seorang lainnya bernama Egi yang belum diketahui identitas lengkapnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, insiden bermula ketika saksi Budi Listiyono bersama kedua korban sedang minum di kawasan Benoa sejak sekitar pukul 02.30 WITA. Ketiganya kemudian berniat membeli minuman lagi dengan menggunakan ojek online.

Namun, setibanya di traffic light Pesanggaran, mereka turun karena tidak menemukan warung yang masih buka. Mereka lalu berjalan kaki menuju arah Benoa. "Korban dan saksi sempat duduk di depan sebuah restoran di Jalan Raya Pelabuhan Benoa," ujarnya, Jumat (10/4).

Baca Juga: Kesadaran Lindungi Rumah dari Kebocoran Meningkat, Perusahaan Gelar Kampanye Edukasi

Tiba-tiba datang sekitar enam hingga tujuh orang menggunakan sepeda motor dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban dan saksi. Dalam kondisi panik, saksi Budi berhasil melarikan diri dan bersembunyi di belakang restoran. Ia kemudian mengetahui kedua rekannya telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

Keterangan saksi lainnya, Yos Barliansyah, menyebutkan sekitar pukul 04.30 WITA dirinya mendengar keributan di sekitar tempat tinggalnya. Saat keluar, ia melihat beberapa orang membakar korban sebelum akhirnya menghubungi pihak adat setempat.

Sementara itu, pecalang setempat Wayan Diyantara yang mendapat laporan sekitar pukul 04.54 WITA langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, ia melihat kobaran api dan tubuh korban yang terbakar di area rawa depan restoran.

“Selanjutnya saksi menghubungi pihak kepolisian,” jelasnya. Petugas dari Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa yang dipimpin Pawas Aiptu Mujur D Siregar tiba di lokasi sekitar pukul 05.00 WITA setelah menerima laporan dari pecalang. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan jajaran Polresta Denpasar.

Baca Juga: Fiskal Terbatas, DPRD Bangli Desak Pemkab Perkuat Pemungutan PAD

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya topi, sandal, sepatu, dompet berisi identitas korban dan uang asing, telepon genggam, botol bekas bahan bakar yang meleleh, hingga balok kayu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.

Kedua korban ditemukan dengan luka parah. Korban HA mengalami luka bakar di tangan dan punggung serta sejumlah luka terbuka di bagian kepala. Sementara korban Egi ditemukan tanpa baju dengan luka robek di bagian pinggang dan luka terbuka di kepala.

Saat ini, Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama Sat Reskrim Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku. Polisi juga tengah memburu kelompok pelaku yang diduga berjumlah lebih dari lima orang tersebut. “Kasus ini masih dalam penyelidikan dan para pelaku sedang dalam pengejaran,” pungkasnya.

Editor : Iqbal Kurnia
#benoa #abk