BALIEXPRESS.ID- Sebagai penghasil komoditas sayur mayur di Kabupaten Tabanan, ternyata Kecamatan Baturiti tidak saja memiliki lahan perkebunan konvensional, namun juga ada lahan perkebunan organik dengan sekitar 30 jenis sayuran.
Lahan perkebunan organik terebut adalah milik I Made Sandi di Banjar Dinas Munduk Andong, Desa Bangli Baturiti, Kabupaten Tabanan. Salah satu komoditi yang menjadi primadona dari lahan pertaniannya adalah Paprika.
Dari sebanyak 1700-an pohon paprika yang ditanamnya, bapak dua anak ini mampu panen paprika rata-rata 50 kilogram per hari selama delapan bulan dalam sekali periode masa tanam. Ketika ditemui di kebunnya, made Sandi mengaku jika pasar dari komoditi paprika hasil panennya ini sudah cukup luas.
"Untuk pasar, saat ini sasaran pasar kami adalah pasar premium, seperti beberapa hotel yang ada di kabupaten Badung dan juga beberapa suplyer di beberapa supermarket premium di Denpasar maupun Kabupaten Badung," jelasnya.
Untuk harga, Made Sandi, menyebutkan jika harga dari paprika yang dihasilkan di kebunnya disebutkannya mengikuti trend harga pasar. Untuk saat ini, harga paprika yang dihasilkannya mulai dari Rp 125 ribu sampai dengan Rp 200 ribu per kilogram.
"Selain kebutuhan pasar yang stabil, sabilitas harga inilah, dikatakan Sandi menjadi salah satu alasan kenapa dirinya mengembangkan paprika," lanjutnya.
Kelebihan dari produk paprika milik Made Sandi ini adalah, paprika yang ditanamnya adalah paprika Organik yang dikembangkan di green House seluas 2,5 are. Alasan Made Sandi mengembangkan paprika di green House ini, adalah tidak terpengaruh faktor cuaca.
Selain green house manta pekerja di industri pariwisata ini, juga menerapkan dalam sistem pertaniannya. Karena dalam sistem ini seluruh proses beraninya bisa dilakukan dengan aplikasi, seperti penggunaan pupuk yang menjadi lebih tterukur.
Untuk masalah permodalan, Sandi mengaku jika pihaknya juga menggandeng industri perbankan nasional untuk pengembangan usahanya, yakni dari PT BRI (Persero) Tbk.
Terkait usaha ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pertanian organik melalui akses pembiayaan.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan pihaknya aktif mendorong pelaku usaha pertanian untuk naik kelas melalui dukungan permodalan yang terjangkau.
“BRI berkomitmen mendukung pengembangan pertanian organik melalui akses pembiayaan yang mudah dan inklusif. Sektor ini tidak hanya memiliki potensi ekonomi besar, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), BRI memberikan kemudahan akses modal bagi petani, sekaligus melakukan pendampingan dan peningkatan literasi keuangan.
“Tidak hanya pembiayaan, kami juga mendorong peningkatan kapasitas petani agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing,” imbuhnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana