Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiga Proyek Jalan di Bangli Sepi Peminat, Ketua DPRD Minta Pemkab Bertindak Cepat

I Made Mertawan • Sabtu, 25 April 2026 | 07:04 WIB
Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. (DOK BALI EXPRESS)
Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. (DOK BALI EXPRESS)

BALIEXPRESS.ID – Sepinya peminat pada tiga paket rekonstruksi jalan di Kabupaten Bangli mendapat tanggapan dari DPRD Bangli.

Kondisi ini dinilai bisa menghambat perbaikan infrastruktur sekaligus memperlambat perputaran ekonomi daerah bila tidak segera ditangani.

Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, meminta pemerintah bergerak cepat menyikapi belum adanya kontraktor yang menawar paket pekerjaan tersebut.

Baca Juga: Dihantam Ombak Saat Memancing, Nyoman Rame Hilang di Pantai Kelingking Nusa Penida  

Menurutnya, persoalan teknis seperti fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) tidak boleh membuat proyek infrastruktur tersendat terlalu lama.

“Kuncinya gerak cepat. Ketika harga barang naik pada saat proses pelaksanaan tender, segera disesuaikan. Sesuaikan harga dengan ketersediaan anggaran dan proyek yang akan digarap,” tegas Suastika, Kamis (23/4/2026).

Ia menekankan penyesuaian tidak boleh berlama-lama. Hal itu menjadi perhatian agar pembangunan tetap bergerak dan ekonomi daerah tidak melambat.

Baca Juga: Geber Motor Berujung Penganiayaan di Nusa Penida, Korban dan Pelaku Sepakat Damai di Kantor Polisi

“Kalau bisa disesuaikan tiga hari, ya selesaikan. Jangan lama-lama. APBD ini penggerak ekonomi,” jelas politikus PDIP ini.

Suastika mengingatkan bahwa tertundanya proyek akan berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga: Sidang Kasus Air Keras terhadap Aktivis KontraS Dipastikan Transparan dan Adil

Proyek infrastruktur memiliki efek berantai, mulai dari penyerapan tenaga kerja saat pengerjaan hingga peningkatan aktivitas ekonomi setelah akses membaik. Selain itu, proyek yang tidak jalan berimbas terhadap serapan APBD.

Ia juga menilai pemerintah harus realistis menyesuaikan cakupan pekerjaan dengan kemampuan anggaran.

Suastika tidak ingin proyek tertunda hanya karena angggaran tidak cukup mengerjakan sesuai perencanaan awal. 

"Kalau misalnya Rp1 miliar, ya cukupkan segitu. Seberapa bisa digarap dengan anggaran itu, ya segitu. Pokoknya sesuaikan situasi dengan anggaran yang tersedia,” ucapnya.

Sebelumnya, tiga paket rekonstruksi jalan yang sudah ditayangkan di sistem e-processing belum mendapatkan satu pun penawaran dari kontraktor, meski masa tayang telah diperpanjang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Putu Susila, menjelaskan kontraktor enggan menawar karena harga BBM yang belum stabil berisiko memengaruhi biaya material dan operasional.

Tiga ruas yang belum diminati tersebut antara lain Plangkian–Sunting di Pengotan, Pura Yeh Panes–Pura Negtegan serta Kayu Selem–Pelemek di Songan, dan ruas Batur–Wanagiri. Anggarannya hampir Rp10 miliar.

Seluruhnya merupakan jalan dengan kondisi yang sangat membutuhkan perbaikan. (*)



 

 

Editor : I Made Mertawan
#proyek sepi peminat #bangli #dprd bangli