Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Peninggalan MR. I Gusti Ketut Pudja di Museum Buleleng Ungkap Kiprah sang Gubernur Sunda Kecil

Dian Suryantini • Jumat, 8 Mei 2026 | 07:23 WIB
Mobil dinas MR. I Gusti Ketut Pudja tersimpan di Museum Buleleng. (Dian Suryantini/Bali Express)
Mobil dinas MR. I Gusti Ketut Pudja tersimpan di Museum Buleleng. (Dian Suryantini/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID- Sosok MR. I Gusti Ketut Pudja tidak hanya tercatat dalam sejarah sebagai pahlawan nasional asal Buleleng, tetapi juga meninggalkan jejak fisik yang hingga kini masih terawat di Museum Buleleng.

Sejumlah peninggalannya, mulai dari mobil dinas hingga pakaian kerja, menjadi saksi perjalanan salah satu putra Bali yang pernah dipercaya memimpin Provinsi Soenda Ketjil (Sunda Kecil) pada masa awal kemerdekaan.

Di antara koleksi, yang paling menyita perhatian pengunjung adalah sebuah mobil sedan tua merk Fiat 1300 keluaran tahun 1966.

Baca Juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran Toko Berjejaring dan Notaris di Klungkung  

Mobil berwarna biru dengan nomor polisi B 2854 AS itu dahulu digunakan MR. Pudja sebagai kendaraan dinas ketika menjabat gubernur.

Kini kendaraan tersebut diparkir di sisi kiri area Museum Buleleng dengan kondisi yang dimakan usia.

Cat bodinya tampak memudar dan sebagian permukaannya mulai keropos. Meski demikian, hampir seluruh komponen kendaraan masih lengkap.

Baca Juga: UMKM Lentera Herbal Kediri: Kisah Pelaku UMKM Binaan BRI, Isma Sukses Merintis Bisnis Jamu, Dari Dapur Rumahan, Tembus Pasar Nasional

Bahkan mesin mobil disebut masih memungkinkan untuk dihidupkan kembali apabila mendapat perbaikan secara menyeluruh.

Petugas Museum Buleleng, Made Parwija, mengatakan mobil tersebut merupakan kendaraan yang setiap hari digunakan Mr. Pudja untuk beraktivitas dari rumah menuju kantor gubernur di Jalan Pahlawan Singaraja.

Baca Juga: Dinamika Bupati Badung Terbaru, Adi Arnawa–Gus Bota Sebut Tetap Solid

Gedung yang dahulu menjadi kantor gubernur itu kini telah difungsikan sebagai Kantor DPRD Kabupaten Buleleng. “Dulu itu mobil kerja beliau. Dipakai sehari-hari saat bertugas,” ujar Parwija.

Pada masanya, Fiat 1300 dikenal sebagai sedan mewah dengan desain elegan dan performa mesin yang cukup kuat.

Ukurannya yang tidak terlalu besar justru menjadi salah satu keunggulan kendaraan tersebut.

Karakter mobil itu dianggap cocok dengan gaya kepemimpinan MR. Pudja yang dikenal sederhana namun berwibawa.

Menurut Parwija, mobil tersebut merupakan hibah dari keluarga besar MR. Pudja kepada Yayasan Pelestarian Warisan Budaya Bali Utara.

Setelah itu kendaraan dibawa dari Jakarta menuju Buleleng menggunakan mobil boks.

“Pengurus yayasan waktu itu langsung menjemput ke Jakarta. Mobil dibawa ke Singaraja tahun 2001 sebelum museum diresmikan pada 30 Maret 2002,” jelasnya.

Tidak hanya kendaraan dinas, keluarga MR. Pudja juga menyerahkan sejumlah pakaian pribadi milik sang gubernur.

Terdapat tiga stel pakaian yang kini menjadi koleksi museum, terdiri atas dua jas dinas dan satu stel kemeja kerja yang biasa digunakan dalam keseharian.

Pakaian tersebut kini disimpan di dalam lemari kaca khusus di area museum. Kondisinya masih cukup terawat meskipun telah berusia puluhan tahun.

Perawatan dilakukan secara sederhana dengan pembersihan rutin dan penggunaan kapur barus untuk menjaga kain tetap awet.

Yang menarik, ukuran jas dan kemeja peninggalan MR. Pudja terlihat jauh lebih besar dibanding ukuran pakaian kebanyakan orang saat ini.

Hal itu menggambarkan postur tubuh sang tokoh yang memang dikenal tinggi dan tegap.

“Memang ukuran aslinya begitu. Dasinya juga masih ada lengkap,” kata Parwija.

Bagi Museum Buleleng, benda-benda peninggalan itu bukan sekadar koleksi tua. Lebih dari itu, seluruhnya menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Bali Utara dan kiprah putra daerah yang pernah mengambil peran besar dalam pemerintahan Indonesia pada masa awal kemerdekaan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#MR. I Gusti Ketut Pudja #museum buleleng #pahlawan nasional