BALIEXPRESS.ID - Alih fungsi lahan belakangan ini semakin marak terjadi di Kabupaten Klungkung, tak terkecuali di Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan.
Pihak desa adat merasa khawatir atas fenomena yang terjadi ini, mengingat lahan sawah akan semakin berkurang.
Desa setempat pun berencana untuk mengubah lahan milik desa adat yang selama ini tidak produktif dijadikan sawah.
Baca Juga: Warga Penarukan Buleleng Angkat 187 Kg Sampah Anorganik dari DAS Yeh Taluh
Bendesa Adat Lepang I Made Merta mengakui kondisi tersebut. Rencana mengubah status lahan tersebut dikatakan sudah sempat disampaikan dalam paruman pada April lalu.
"Untuk rencana tersebut semua masyarakat sudah setuju. Kami ada berita acaranya dilengkapi dengan absensi. Kami sudah bentuk tim, yang nantinya bisa bekerja sama dengan pihak swasta," ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Merta menjelaskan, sejauh ini kondisi lahan seluas 1,17 hektare tersebut tidak produktif karena posisinya tinggi.
Baca Juga: Kronologi Gudang Penyimpanan Dupa di Kecamatan Marga Terbakar, Kerugian Rp 300 Juta
Untuk bisa dialiri air, tentunya harus dilakukan penataan. "Kalau tidak dilakukan penataan, lahan tersebut tidak akan menjadi produktif. Kami ingin mendukung program pemerintah untuk ketahanan pangan," tandasnya.
Selain untuk mendukung progam pemerintah pusat, Desa Adat Lepang juga memiliki desakan untuk membuat Badan Usaha Milik Desa Adat (BUPDA).
Baca Juga: Bale Banjar Pipitan Rampung, Bupati Adi Arnawa Dorong Penataan Canggu
Berkaitan dengan hal itu, Merta dengan jajarannya berencana mengalihfungsikan tanah dengan tempat berbeda milik desa adat yang sebelumnya digunakan sebagai penyosohan beras untuk dibangun pasar.
"Penyosohan beras sejauh ini tidak sebanding hasilnya. Kami akan rubah untuk dijadikan pasar, mengingat pasar yang kami miliki sekarang tempatnya tidak memungkinkan lagi," paparnya.
Untuk dana pembangunan pasar yang direncanakan ini nantinya akan menggunakan hasil kerjasama penataan lahan sebelumnya.
"Kami ingin mendukung program pemerintah, di satu sisi kami tidak ingin memberatkan warga," tandasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan