BALIEXPRESS.ID – Sebuah kandang ayam pedaging milik warga di Dusun Sidayu Tojan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, terbakar pada Jumat (5/6/2026) dini hari.
Akibat kejadian tersebut, ratusan bibit ayam pedaging (DOC) mati dan pemilik mengalami kerugian material sekitar Rp 30 juta.
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Bergantung pada Laut Sehat, Ancaman Sampah Jadi Sorotan di Bali
Kandang yang terbakar diketahui milik I Komang Sudira, seorang pengusaha ayam pedaging asal Dusun Sidayu Tojan, Desa Takmung.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, sehari sebelumnya kandang baru menerima sekitar 9 ribu ekor bibit ayam pedaging yang langsung ditebar ke dalam kandang.
"Pada Kamis malam, bibit ayam pedaging baru datang dan langsung ditempatkan di dalam kandang. Kemudian pada Jumat sekitar pukul 05.00 Wita saksi mengetahui aliran listrik di kandang dalam kondisi padam," ujar Alit.
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp 18 Ribu, Peluang Bali Menarik Lebih Banyak Wisatawan Asing
Tak lama setelah mengetahui listrik padam, saksi melihat kobaran api berasal dari alat pemanas atau brooder yang digunakan untuk menjaga suhu kandang bagi bibit ayam yang baru datang.
Saksi kemudian berupaya memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu petugas datang.
Baca Juga: Pembukaan PKB 2026 Diharapkan Dipimpin Presiden Prabowo
Kandang yang terbakar memiliki ukuran sekitar 24 meter x 8 meter dengan kapasitas mencapai 9 ribu ekor ayam pedaging.
Meski api tidak melalap seluruh bangunan, sejumlah fasilitas kandang mengalami kerusakan cukup signifikan.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 300 ekor bibit ayam pedaging mati. Selain itu, instalasi kandang mengalami kerusakan, sementara dinding dan alas kandang turut terbakar.
"Kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp30 juta," jelas Alit.
Polisi masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran. Namun berdasarkan keterangan awal, sumber api diduga berasal dari alat pemanas (brooder) yang dioperasikan secara intensif untuk menjaga suhu kandang setelah kedatangan bibit ayam.
"Sesaat sebelum kejadian diketahui terjadi gangguan atau padamnya aliran listrik di lokasi kandang. Dugaan awal api berasal dari alat pemanas, namun penyebab pastinya masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut," tegasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan