BALIEXPRESS.ID – Sejumlah kios di Gedung Loka Crana, Bangli, sisi selatan hingga kini belum termanfaatkan.
Deretan kios tersebut telah tutup sejak 2023, sampai tahun ini belum ada rencana pemanfaatannya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Bangli, Anak Agung Ayu Ira Diah Sunariani, mengatakan status bangunan itu masih sebagai toko, belum dialihkan menjadi fungsi lain.
Meski demikian, belum ada kepastian apakah kios tersebut akan kembali difungsikan sebagai tempat berjualan atau lainnya.
"Belum ada rencana. Masih menunggu perintah. Tentunya kami di bidang mengikuti arahan pimpinan seperti apa," ujar Agung Ira, Minggu (28/6/2026).
Sebelumnya, deretan kios itu sempat diwacanakan akan dimanfaatkan sebagai kantor Dinas Perhubungan (Dishub), namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi. Dishub masih berkantor di Jalan Merdeka.
Baca Juga: Galungan dan Kuningan Bukan Sekadar Tradisi: Momentum Emas bagi Strategi Pemasaran UMKM Bali
"Tiang (saya) kurang tahu terkait dengan itu, mungkin pimpinan yang lebih paham," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang di Gedung Loka Crana dipindahkan ke Pasar Kidul pada 2023 karena gedung itu dialihfungsikan menjadi perkantoran.
Baca Juga: Sepeda Federal Jadi Tren “Kalcer”, Saat Konsumen Mengambil Alih Pemasaran
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) kini berkantor di lokasi tersebut, seperti Disperindag, Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta BRIDA.
Selain itu, Perumda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) juga memanfaatkan beberapa kios sebagai kantor.
Sejumlah kios masih dibiarkan kosong dan tertutup rapat. Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), kondisinya tampak kurang terawat dan dipenuhi debu. (*)
Editor : I Made Mertawan