Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Speed Boat Ditemukan Terdampar, Pencarian ABK Hilang di Perairan Banyuwedang Buleleng Masih Nihil

Dian Suryantini • Kamis, 2 Juli 2026 | 06:44 WIB
Upaya pencarian terhadap ABK yang menghilang di perairan Banyuwedang, Buleleng. (Ist)
Upaya pencarian terhadap ABK yang menghilang di perairan Banyuwedang, Buleleng. (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Upaya pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang di perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus dilakukan oleh tim gabungan.  

Korban bernama Rafles Tafa Kusuma, 17, asal Jalan Murai, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Ia diketahui merupakan ABK Kapal Turmalin 384310. Remaja ini diduga terjatuh ke laut setelah sebelumnya meninggalkan kapal menggunakan sebuah speed boat.

Baca Juga: Terbongkar! Lansia di Jembrana Tipu Warga Modus Bedah Rumah dan Dana BOS sejak 2022

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu bermula pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.

Saat itu korban terlihat turun dari Kapal Turmalin 384310 menuju Pantai Pasir Putih Banyuwedang dengan menggunakan speed boat berwarna oranye.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol.

Baca Juga: Ombudsman Monitoring SPMB di Dua Sekolah Favorit di Tabanan, Ini Hasilnya!

Beberapa jam kemudian, Rafles diduga hendak kembali ke kapal. Namun hingga Selasa siang, keberadaannya tidak diketahui.

Rekan-rekan korban mulai curiga karena yang bersangkutan tak kunjung kembali ke kapal.

Baca Juga: Roadshow 17th SATU Indonesia Awards 2026 Hadir di Makassar, Mencari Penggerak Perubahan dari Indonesia Timur

Kecurigaan itu semakin menguat setelah speed boat yang digunakan korban ditemukan terdampar di pesisir pantai oleh warga setempat.

Pencarian secara mandiri sempat dilakukan, namun tidak membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak terkait.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan laporan mengenai hilangnya korban diterima petugas siaga pada Selasa pagi sekitar pukul 06.40 Wita.

“Setelah menerima laporan, kami segera mengerahkan tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian,” ujarnya Rabu (1/7/2026).

Tim SAR gabungan kemudian memulai pencarian pertama sekitar pukul 07.50 Wita dengan menggunakan satu unit rubber boat.

 Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi korban diduga terjatuh ke laut. Namun setelah sekitar tiga jam pencarian, korban belum juga ditemukan.

Operasi kemudian dilanjutkan pada siang hari sekitar pukul 13.20 Wita. Tim kembali mengerahkan satu unit rubber boat yang diawaki enam personel serta satu unit sekoci kapal dengan empat personel.

Tak hanya melakukan penyisiran di permukaan laut, tim gabungan juga berupaya mencari korban di bawah air.

Dua personel penyelam diturunkan untuk melakukan pencarian dengan metode snorkeling dan diving.

Kondisi di bawah laut cukup menantang karena jarak pandang hanya berkisar dua meter. Meski demikian, penyelam tetap melakukan pencarian hingga kedalaman sekitar 10 meter. Keberadaan Rafles Tafa Kusuma masih belum diketahui.

Tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran. Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut meliputi Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, TNI AL, Polairud, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerokgak, BPBD Buleleng, Satpol PP Gerokgak, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Pejarakan, serta rekan dan keluarga korban.

Seluruh unsur terus berkoordinasi dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#perairan Banyuwedang #ABK Hilang #buleleng