BALIEXPRESS.ID - Polres Klungkung melakukan penyelidikan terkait kasus meninggalnya I Nyoman Cita alias Pak Man Colik di Sungai Bubuh, perbatasan Desa Negari dengan Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat terjadinya kekerasan.
Personel polisi silih berganti turun menyusuri sungai untuk mencari barang-barang milik korban maupun kemungkinan ada benda yang dicurigai.
Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP AKP Reno Chandra Wibowo menjelaskan, tim telah dibagi menjadi beberapa kelompok.
Selain melakukan pencarian barang bukti di aliran sungai, juga dilakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi.
"Barang bukti yang baru kami amankan adalah handpone korban yang ditemukan dalam posisi terendam tetapi masih aktif dan sendal korban satu," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Denpasar 'Youth Fest 6.0 Siap Digelar, Rayakan Kreativitas Generasi Muda Lewat "Feel The Growth"
Informasi yang diperoleh pihak kepolisian, dalam keseharian korban sering menggunakan perhiasan.
Namun ketika ditemukan, tidak ada kalung di tubuh Pak Man Colik. Sementara jasadnya terdapat bekas jeratan di leher.
Baca Juga: Terima PT SMI, Bupati Badung Pastikan Proyek Berorientasi Hasil
"Saat penemuan mayat tersebut tidak ada kalung, tetapi pada saat kesehariannya diinformasikan beliau memakai kalung emas. Jadinya kami masih dalami, kami masih laksanakan proses penyelidikan," tandasnya.
Terkait luka-luka di tubuh tersebut, pihak kepolisian belum berani menyimpulkan penyebabnya. Reno mengaku masih menunggu hasil dari tim forensik.
"Saat ini sudah di bawa ke RSUP Prof Ngoerah untuk proses otopsi. Forensik yang lebih akurat. Kami menunggu hasil forensik," jelasnya.
Saat ini tim kepolisian sudah meminta keterangan dari saksi-saksi. Selain keluarga dan karyawan, juga saksi yang berada di sekitar lokasi.
"Kami sudah meminta keterangan dari saksi dalam kasus ini," pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan