BALIEXPRESS.ID – Operasi pencarian terhadap remaja berinisial CJMCH, 18, yang hilang akibat terseret arus di Pantai Megada, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga. Korban ditemukan mengapung dalam keadaan tewas pada Senin (13/7) siang.
Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan operasi pencarian hari ketiga melibatkan 32 personel gabungan. Unsur SAR terdiri dari Brimob, SAR Ditsamapta Polda Bali, Satpolairud Polres Badung, Basarnas Provinsi Bali, serta Lifeguard Kabupaten Badung.
"Tim melakukan penyisiran di laut menggunakan rubber boat sekaligus memantau area pesisir Pererenan hingga Munggu dengan bantuan drone," ujar Aiptu Inastuti, Selasa (14/7).
Baca Juga: Turis Singapura Jadi Korban Jambret di Canggu, Pelaku Bawa Kabur Kalung Seberat 24 Gram
Keberadaan remaja asal Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, pun pertama kali terdeteksi melalui kamera drone yang diterbangkan oleh tim pencari sekitar pukul 13.30 WITA.
Setelah posisi CJMCH diketahui dari hasil pemantauan udara, personel gabungan segera bergerak menuju lokasi menggunakan perahu karet milik Basarnas untuk melakukan proses evakuasi. "Jenazah korban ditemukan mengapung di laut, sekitar 700 meter dari bibir Pantai Pererenan," imbuhnya.
Sekitar pukul 14.00 WITA, jenazah berhasil dibawa ke darat melalui Pantai Pererenan. Selanjutnya korban dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju RSD Mangusada untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Pria Mengaku Wartawan Ditetapkan Tersangka Penganiayaan dan Pengancaman oleh Polda Bali
Menurut Aiptu Inastuti, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memutuskan tidak mengizinkan dilakukan autopsi terhadap remaja tersebut.
Keluarga selanjutnya diarahkan mengurus surat keterangan dari rumah sakit sebagai syarat pemulangan jenazah ke rumah duka.
Polisi juga meminta keluarga membuat laporan resmi di Polsek Mengwi untuk proses administrasi penerbitan surat pengeluaran jenazah serta surat pernyataan penolakan autopsi.
Diberitakan sebelumnya, CJMCH dilaporkan hilang pada Sabtu (11/7) sore saat berenang bersama dua rekannya di kawasan Pantai Megada. Ketiganya sempat berpindah lokasi karena ombak di tempat awal dinilai cukup besar.
Tak lama kemudian, mereka terseret arus kuat. Dua rekannya berhasil diselamatkan, sedangkan CJMCH hilang tersapu gelombang.
Sejak kejadian itu, tim gabungan melakukan pencarian melalui jalur laut, penyisiran sepanjang pantai, hingga pemantauan udara menggunakan drone dan helikopter.
Dari hasil penyelidikan, petugas juga mengungkap bahwa ketiga remaja tersebut berenang di area yang telah dipasangi bendera merah, yakni penanda larangan berenang karena kondisi gelombang yang membahayakan.
Polisi kembali mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan dan pengunjung pantai, agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa. (*)
Editor : I Gede Paramasutha