BALI EXPRESS, SANUR - Pada masa pemerintahan Si Kesari Warmadewa, Pura Dalem Blanjong, di Jalan Danau Poso, Sanur, Denpasar, Bali, ini dijadikan sebagai tempat pemujaan Siwa-Buddha. Menurut Pemangku Pura Blanjong, Jro Mangku Made Mawa, hal itu bisa dilihat dari adanya simbol Lingga-Yoni sebagai simbol pemujaan Siwa-Buddha.
Adapun pelinggih Lingga-Yoni ini terletak bagian utara Pura dan menjadi pelinggih utama di Pura Dalem Blanjong. “Pada Masanya ini adalah tempat pemujaan Siwa-Buddha, ini dapat dilihat dari simbol Lingga-Yoni yang menjadi bangunan suci utama di pura Dalem Blanjong,” jelasnya.
Selain Simbol Lingga-Yoni, yang menjadi ciri dari ajaran Siwa-Buddha pada masa itu adalah adanya peninggalan berupa patung-patung seperti Lembu, Ganesha yang mana kedua patung tersebut merupakan bagian dari faham Siwa di Bali.
Selain dari peninggalan di Pura tersebut yang kaya dengan situs Siwa Buddha, Pura ini menjadi tempat pemujaan Siwa-Buddha dapat dilihat dari angka tahun berdirinya Pura Dalem Blanjong ini, dimana pada masa tersebut, dikatakan Mangku Mawa ajaran Siwa Buddha masih menjadi ajaran utama bagi keyakinan manusia di Bali.
Pasalnya pada tahun 914 Masehi sesuai dengan angka tahun dari Prasasti Blanjong ini ajaran Agama Hindu belum masuk ke Bali, karena ajaran Hindu masuk ke Bali menurut Mangku Mawa diperkirakan sekitar abad ke 15.
Untuk piodalan di Pura Dalem Blanjong dikatakan Mangku Mawa jatuh pada Hari Senin Pahing wuku Langkir. Untuk piodalan di Pura Dalem Blanjong, Mangku Mawa menyebutkan jika piodalan tersebut tidak menggunakan upakara yang spesifik. “Untuk Piodalan yang digunakan adalah upakara pengodalan biasa, sedangkan untuk di Prasasti, setiap Odalan kami haturkan Pejati, begitu juga pada arca-arca lainnya hanya dihaturkan pejati,” paparnya.
Tidak adanya upakara yang spesifik ini dikatakan Mangku Mawa karena sesuai dengan dresta yang sudah berjalan secara turun temurun di Pura Dalem Blanjong ini, dimana piodalan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Desa Adat Sanur. Hanya yang membedakan dari Pura ini adalah penyungsung dari Pura ini terdiri dari beberapa Desa bahkan ada yang berasal dari Sukawati Gianyar.
Sedangkan untuk pemedek yang tangkil ke Pura Dalem Blanjong bisa berasal dari mana saja, bahkan yang tangkil atau bersembahyang ke Pura Dalem Blanjong diakui Mangku MAwa juga berasa dari kalangan wisatawan asing yang sedang belibur ke Bali.
Editor : I Putu Suyatra