Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Buto Ijo Jadi Bahan Seminar Sebelum Festival Petitenget

I Putu Suyatra • Selasa, 2 Januari 2018 | 19:27 WIB
Sosok Buto Ijo Jadi Bahan Seminar Sebelum Festival Petitenget
Sosok Buto Ijo Jadi Bahan Seminar Sebelum Festival Petitenget

MANGUPURA - Buto Ijo adalah sosok yang diseminarkan sebelum Festival Petitenget tahun 2018. Konon Buto Ijo adalah penjaga peti yang ditinggalkan Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra sebelum moksa di Pura Uluwatu. Sosok Buto Ijo menjadi ikon Pantai Petitenget.


Tokoh masyarakat Kerobokan, AAN Ketut Agus Nadi Putra yang juga Ketua Komisi IV DPRD Badung mengatakan, kegiatan seminar akan dilaksanakan pada awal tahun 2018. “Buto Ijo ini adalah penjaga peti yang ditinggalkan oleh Ida Dang Hyang Dwijendra sebelum moksa di Uluwatu.  Kegiatan seminar ini akan dilakukan pada tanggal 7 Januari  2018 nanti,” ungkapnya belum lama ini.


Seminar tersebut, kata dia, merupakan kegiatan awal sebelum pelaksanaan Festival Petitenget. Festival yang akan dilaksanakan untuk pertama kalinya tersebut untuk memberikan Ikon baru di kawasan pantai setempat. Di samping itu, juga mengenalkan bahwa Pantai Petitenget merupakan wilayah Desa Kerobokan. “ Selama ini Petitenget, wisatawan hanya tahu berada di kawasan Seminyak, Kecamtan Kuta. Padahal  Petitenget ini yang benar lokasinya adalah di  Kerobokan , Kecamatan Kuta Utara. Dengan digaungkannya festival ini lebih awal, maka masyarakat tahu kawasan Petitenget itu dimana dan potensi wisata apa saja yang ada disana,” jelasnya.


Terkait acara festival, pihaknya telah melakukan pembahasan bersama para tokoh setempat. Pun pihaknya bersama tim telah merancang kegiatan dilaksanakan Agustus 2018, sembari menunggu elaborasi kegiatan dari Pemerintah Kabupaten Badung. ”Rencananya bulan Juni, namun karena ada hajatan pilkada maka, kami undur menjadi bulan Agustus. Kami juga memohon dukungan dari pihak Pemerintah Kabupaten Badung, karena perhelatan ini pertama kali dilakukan oleh masyarakat Desa Adat Kerobokan. Kami juga mengharapkan partisipasi dari para pelaku pariwisata yang berada di wilayah Pantai Petitenget,” harapnya.


Di samping itu, kata dia, pihaknya telah menghadap Bupati Badung, Nyoman Giri Parsta untuk melakukan kegiatan itu. Ia mengaku pemerintah sangat mendukung kegiatan yang dilakukan masyarakat tersebut. “Kegiatan festival ini nanti akan menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya. Ada tari tenun massal yang melibatkan 1.500 penari. Kami memilih tari tenun ini,  karena penciptanya dari kawasan Kerobokan. Kegiatan ini kami harapkan nanti menjadi kalender even tahunan di kabupaten Badung mapun tingkat nasional,” tandasnya. 

Editor : I Putu Suyatra