BALI EXPRESS, DENPASAR – Tak hanya tips kecantikan yang diungkapkan melalui Indrani Sastra. Namun, simbol dewa-dewi di tubuh juga diungkap. Jadi, kemuliaan perempuan Bali sesungguhnya telah terlukiskan dari beberapa karya sastra melalui simbol tokoh dewi ini. “Dewa Madana Atmika, terletak di kepala wanita dan merupakan simbol cinta kasih seorang wanita terhadap laki laki, di dalam pikiran seseorang wanita yang sedang jatuh cinta akan ada laki-laki tersebut, ” ujar penerjemah Indrani Sastra, Putu Widhi Kurniawan kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di UPT Perpustakaan Lontar Universitas Udayana, kemarin.
Sementara Dewi Lomawati terletak di rambut. Secara etimologi, lanjutnya, kata Loma dalam Bahasa Jawa artinya rambut pada tubuh manusia dan hewan. Dalam bahasa Sansekerta, Loma artinya wanita yang memiliki sifat murah hati dan dermawan.
Sedangkan yang letaknya di ubun-ubun adalah Dewi Wistarawati yang artinya unggul dan pandai. “Dalam hal ini perempuan Bali sudah mulai menjadi wanita yang berpendidikan. Kemudian ada Dewi Candra Kirana yang letaknya ada di wajah. Diharapkan setelah mengikuti ajaran kecantikan ini, wajah perempuan bagaikan sinar rembulan yang lembut dan menenangkan,” ungkapnya
Ada pula dewi yang terletak di mata yaitu Dewi Kumarika. Dalam Indrani Sastra mengungkapkan bahwa seorang perempuan harus memiliki pandangan untuk melindungi keluarga dari segala bahaya. Selanjutnya,
Dewi Sasingkini terletak di pipi, sedangkan Dewi Citrawati letaknya di alis yang juga melambangkan kesetiaan. “ Kalau di kuping ada Dewi Struti Kanti, diharapkan perempuan memiliki kemampuan dalam menyaring segala pembicaraan yang didengar,” ungkap pria lulusan Prodi Studi Linguistik ini.
Widhi juga menjelaskan, terdapat sekitar 38 Dewi yang berstana di tubuh perempuan. Dewi Susumya ada di bibir, karena itu perempuan mestinya tidak mencela, menghujat, menghina, dan berkata kasar. “Kalau yang di gigi ada Dewi Maniwimala, memiliki makna bahwa wanita haruslah merawat kesehatan organ mulutnya. Lalu ada Dewi Saraswati yang telaknya di lidah, agar wanita setiap berkata atau tutur katanya memiliki pengetahuan,” tambahnya.
Kemudian, Dewi Manonmana letaknya di leher. Dewi Tula Wahini terletak di kedua bahu, yang artinya wanita harus kuat dalam segala hal. Selanjutnya Dewi Wimba Darini terletak di ujung hidung, Dewi Rekha Wati letaknya di rahang, yang dimaksudkan agar wanita memiliki tujuan dan cita-cita. Dan, di bagian selangkangan ada Dewi Sri Kusuma.
Kemudian ada Dewi Dharmika yang letaknya di kedua lengan. Dalam bahasa Jawa kuna artinya adil, baik, dan saleh. “Sehubungan dengan itu wanita baiknya memiliki kecakapan yang baik dalam melakukan pekerjaan,” paparnya.
Dewi Manggala letaknya di kedua belah pergelangan tangan, Dewi Kumuda letaknya di jari jemari yang membahas mengenai apapun pekerjaan baik mulia ataupun kasar, seorang wanita tetap memancarkan kemuliaannya. Dewi Sadhya Wahini terletak di kelopak tangan. Sedangkan Dewi Amorta Manggala letaknya di Kaki, makanya setiap langkah seorang wanita mampu memberikan kehidupan kepada anak-anaknya kelak.
“Dewi Uma Wati letaknya di hati, jadi hati wanita itu haruslah cantik seperti Dewi Uma Wati. Kalau Dewi Kresna letaknya di empedu, kemudian ada Dewi Pundarika yang letaknya di pusar. Kalau yang di perut ada Dewi Jala Wasini. Ada juga yang letaknya di tengkuk, yaitu Dewi Gomayi,” bebernya.
Dewi yang terletak di punggung yaitu Dewi Marnamayi, diharapkan nantinya wanita dapat memberikan penghidupan dalam kondisi kekeringan. Dewi Lowati letaknya di pinggang, sedangkan yang letaknya di bokong Dewi Sronika. “Baiknya perempuan saat ini harus banyak berolahraga, untuk memperindah bentuk bokong. Bukan malah menyuntikkan cairan-cairan serta melakukan implan,” tuturnya.
Kantung kemih dimiliki oleh Dewi Arnawi. “ Baiknya wanita selalu menjaga kesehatan dan ginjal. Mengingat wanita sangat riskan dengan penyakit organ dalam ini,” sarannya.
Kemudian ada dua dewi, yaitu Dewi Ambika dan Dewi Ambalika yang letaknya di pundak rahim di kanan dan kiri. Dewi Ambika ada di rahim sebelah kanan. Jadi, melalui Dewi Ambika melahirkan keturunan Korawa. Begitu pula Dewi Ambalika yang melahirkan Pandawa. “Korawa dan Pandawa memiliki makna rwabhineda. Baik atau buruk sifat yang dilahirkan oleh rahim perempuan tidak akan memengaruhi kemuliaan seorang wanita itu sendiri,” ujarnya.
Selanjutnya, Dewi Padma Wamini letaknya di kemaluan wanita, sedangkan di bagian vagina ada Dewi Rasa Suksmika. Ada pula dewa dan dewi yang menempati cakra seks pada tubuh wanita, yaitu Dewi Ratih dan Dewa Kusuma Yudha. Dewi Ratanggini terletak di kedua paha, kalau yang di betis ada Dewi Woksamahija. Sedangkan untuk di jari kaki ada Dewi Sinharini.
Dewi Sundari terletak di kedua kaki, yang menyatakan bahwa seorang wanita layaknya selalu berjalan pada kesetiaan. “Di mana ada wanita disitulah adanya kesetiaan. Tidak semua tau mengenai hal ini. Seharusnya wanita saat ini harusnya diberikan pelajaran seperti itu. Agar mereka selalu merawat diri mereka dengan baik,” tandasnya.
Editor : I Putu Suyatra