Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jahe Ampuh Cegah Korona hingga Black Magic

I Putu Suyatra • Rabu, 18 Maret 2020 | 18:30 WIB
Jahe Ampuh Cegah Korona hingga Black Magic
Jahe Ampuh Cegah Korona hingga Black Magic


DENPASAR, BALI EXPRESS - Salah satu tanaman herbal Asia Tenggara yang populer di kalangan masyarakat adalah Jahe. Khasiatnya sebagai penghangat badan, banyak dikonsumsi masyarakat,  terutama sebagai campuran bahan minuman. Belakangan, sejak merebaknya virus Korona, Jahe makin diburu.


Jahe untuk memasak dan kebutuhan obat, sedikit berbeda. Biasanya yang dijadikan obat adalah Jahe Merah segar, bukan yang biasa. Meski berbeda, segala jenis Jahe pada dasarnya memiliki manfaat yang sama. Jahe dipercaya dapat meredakan mabuk darat saat bepergian, menurunkan kolestrol, meredakan migraine dan sakit kepala. Selain itu, bisa meningkatkan imun tubuh, mengatasi sistem pencernaan, meredakan nyeri otot, dan masih banyak lagi. Meski memiliki segudang manfaat, konsumen diharapkan tidak terlalu terlena dengan Jahe ini. Terlebih Jahe Merah. Kendati memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh, tanaman herbal ini juga dapat memicu sejumlah efek samping, apabila dikonsumsi berlebihan. Berdasarkan penelitian herbalist, mengonsumsi Jahe lebih dari 4 gram dalam satu hari dapat menyebabkan mulas, kembung, mual, atau gangguan perut. Selain dimanfaatkan untuk bumbu penyedap masakan, Jahe juga enak dijadikan obat atau minuman penghangat tubuh. Manfaat mistiknya, roh jahat tidak akan berani mengganggu rumah dan penghuninya.



Akhir-akhir ini, tanaman herbal seperti Jahe banyak diburu masyarakat untuk dikonsumsi. Sebab, tanaman empon-empon ini dipercaya dapat menangkal virus dan bakteri, termasuk virus Korona. Selain bermanfaat dalam pengobatan medis, Jahe juga ampuh dipakai untuk melunturkan guna-guna atau penyakit yang disebabkan oleh ilmu hitam.



Meski sulit dicerna dengan akal sehat, tetapi misteri hal itu memang benar-benar nyata. Sementara beberapa orang menggunakan kekuatan magisnya untuk mencelakai orang lain.
Ahli Usada dan Pengobatan Tradisional Bali, I Dewa Agung Made Suryawan, mengatakan, dengan kandungan yang dimiliki  tanaman Jahe, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta menjaga suhu tubuh tetap stabil. "Kandungan gingerol yang tekandung didalamnya dapat menghambat infeksi bakteri, seperti shigella, ecoli, dan yang lainnya, juga bisa membantu mencegah masuknya virus ke dalam tubuh. Tapi tidak mengesampingkan budaya hidup bersih dan pola makan yang sehat," ujarnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group ) di Denpasar, kemarin.



Selain banyak digunakan sebagai bahan makanan dan minuman, tanaman rempah seperti Jahe juga ampuh digunakan untuk mengusir roh halus. Menurut kepercayaan orang Bali, lanjutnya, penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh ilmu hitam atau Black Magic, dapat dilakukan terapi dengan jahe. Khususnya jahe merah. “Tanaman Jahe ini, juga bisa digunakan untuk melakukan pengobatan berupa terapi. Sakit yang dibuat-buat itu, seperti teluh, santet, guna-guna dan yang lainnya bisa menggunakan Jahe sebagai sarana pengobatannya,” imbuhnya.



Tidak saja Jahe Merah, Jahe lainnya seperti Jahe Emprit atau Jahe Bali dan Jahe Gajah, juga memiliki khasiat yang sama. Jahe dipercaya sebagai salah satu tanaman penolak ilmu hitam, sebab konon bau dari Jahe itu tidak disukai oleh orang yang mengirimkan penyakit. “Selama ini di Bali bila ada yang melakukan pengobatan untuk mengusir roh halus, salah satunya menggunakan Jahe. Termasuk ada mantranya juga,” ujar Agung.



Pemilik usaha Usadha Kuno Bali ini mengimbau, meskipun Jahe memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, tetapi masih perlu untuk berkonsultasi ke dokter bila ingin menggunakan Jahe sebagai alternatif pengobatan untuk penyakit tertentu. "Jahe itu memang banyak manfaatnya, tapi bagi ibu hamil, hipertensi serta kondisi tertentu, harus berkonsultasi dulu ke dokter supaya aman dan sesuai takaran," jelasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #virus #denpasar #corona