BALI EXPRESS - Membangun rumah tak hanya soal desain dan kenyamanan. Di Bali, proses ini memiliki makna spiritual yang mendalam. Salah satu aspek pentingnya adalah tata letak pekarangan yang mengikuti tradisi dan kearifan lokal.
Artikel ini akan membahas langkah awal menentukan tata letak pekarangan rumah Anda di Bali, agar selaras dengan budaya dan membawa keberuntungan berdasarkan penjelasan Pinandita Ketut Pasek Swastika.
Pelajari tentang konsep hulu teben dan pembagian pekarangan menjadi zona fungsional. Temukan solusi untuk tanah yang tidak persegi. Mari wujudkan hunian impian Anda yang bernapaskan budaya Bali!
1. Arah Mata Angin dan Hulu Teben
Langkah pertama dalam membangun rumah di Bali adalah menentukan tata letak pekarangan. Hal ini diawali dengan memperhatikan arah mata angin atau konsep hulu teben.
Masyarakat di daerah datar umumnya menggunakan konsep arah mata angin, sedangkan di daerah pegunungan berpatokan pada letak areal yang lebih tinggi.
Perbedaan ini tidak perlu diperdebatkan karena keduanya memiliki kebenarannya sendiri.
2. Membagi Pekarangan Menjadi Empat Bagian
Setelah menentukan arah mata angin atau hulu teben, pekarangan dibagi menjadi empat bagian dengan menarik dua garis yang berpotongan di tengah-tengah.
Baca Juga: Lawar Don Jepun: Tradisi Unik dan Sakral Hindu Bali di Desa Adat Dukuh Penaban, Karangasem
"Perpotongan ini disebut catus pata, yang merupakan pusat pekarangan dan biasanya dijadikan halaman atau natah untuk menghaturkan segehan," kata Pasek Swastika.
3. Menentukan Garis Pembagi
Jika menggunakan arah mata angin, garis ditarik dari pertengahan sisi utara ke selatan dan dari pertengahan sisi timur ke barat.
Jika menggunakan patokan ketinggian, garis ditarik dari permukaan yang lebih tinggi ke rendah dan satu garis lagi ditarik menyamping. Hasilnya akan ada empat bagian yang sama.
4. Penyesuaian untuk Tanah yang Tidak Persegi Sama Sisi
Pengukuran tetap bisa dilakukan pada tanah yang tidak persegi sama sisi dengan penyesuaian agar ditemukan titik tengah pekarangan.
5. Memberi Nama dan Peruntukan pada Masing-masing Bagian
Empat bagian pekarangan tersebut diberi nama sesuai mata angin:
- Sri (timur laut) untuk areal merajan
- Aji (tenggara) untuk areal rumah
- Rudra (barat daya) untuk areal teba (pembuangan) atau garasi, saka pat, gazebo, dan sebagainya
- Kala (barat laut) untuk tempat palinggih Panunggun karang
Bagi yang berpatokan pada gunung, nama-nama ini dapat disesuaikan.
Kesimpulan
Menentukan tata letak pekarangan merupakan langkah penting dalam membangun rumah di Bali.
Dengan mengikuti panduan di atas, Anda dapat memastikan pekarangan rumah Anda memiliki tata letak yang sesuai dengan tradisi dan budaya Bali. ***