Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bisnis Seret, Atau Baru Memulai Usaha di Bali? Coba Rehat Sejenak dan Nangkil di 3 Pura Hindu Ini: Lengkap dengan Mantra dan Cara Pasupati Dupa

I Putu Suyatra • Sabtu, 11 Mei 2024 | 17:55 WIB
Membawa Daksina Linggih saat nangkil ke Pura Melanting di Buleleng, Bali.
Membawa Daksina Linggih saat nangkil ke Pura Melanting di Buleleng, Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Umat Hindu Bali setiap memulai usaha atau bisnis selalu diawali dengan doa. Ada juga yang menyiapkan dupa pasupati untuk menetralisir aura negatif hingga nangkil ke Pura yang diyakini bisa memberikan kelancaran usaha atau bisnis.

Tidak hanya saat memulai usaha. Bahkan ketika bisnis sedang seret atau lancar pun umat Hindu Bali akan nangkil ke tempat tersebut.

Tentu tujuannya bermacam-macam. Ada yang memohon agar usahanya dilancarkan. Ada juga yang menyampaikan rasa syukur dan terimakasih karena selama ini usahanya dilancarkan.

Ada banyak tempat atau Pura yang bisa didatangi untuk tujuan tersebut.

Berikut adalah 3 Pura yang bisa dijadikan rekomendasi untuk hal tersebut. Lengkap dengan mantra atau doa pasupati dupa yang diyakini mampu menetralisir aura negatif dan melancarkan usaha.

Pura Sekar terletak di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.
Pura Sekar terletak di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.

1. Pura Sekar: Tempat Berbaurnya Tiga Kepercayaan dan Keunikan Spiritual di Tejakula

Di tengah pesona alam Bali yang memukau, terdapat sebuah pura unik bernama Pura Sekar yang terletak di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.

Pura ini bukan hanya menjadi bukti harmonisasi tiga kepercayaan (Hindu, Islam, dan Buddha), tetapi juga menyimpan berbagai keunikan spiritual yang menarik untuk dijelajahi.

Pura Multi Keyakinan dengan Keistimewaan Tersendiri

Pura Sekar memiliki empat palinggih utama yang melambangkan tiga keyakinan tersebut:

1.  Palinggih Muslim

Dipercaya sebagai tempat berstananya Ratu Gede Serabad, ahli dalam bidang sastra, dan diyakini sebagai tempat memohon kelancaran pendidikan.

2.  Palinggih Hindu

Dipercaya berstana Ratu Ayu Jong Galuh, lambang kesuburan dan kemakmuran, dan menjadi tempat fokus memohon di bidang pertanian.

3.  Palinggih Budha

Dipercaya berstana Ratu Bagus Mas Subandar, sebagai tempat memohon kelancaran usaha.

4.  Palinggih Ratu Bagus Mas Petingan

Dipercaya sebagai tempat memohon kesehatan karena diyakini sebagai dokter niskala di pura ini.

Keunikan dan Kepercayaan Mistis

Pura Sekar tak hanya terkenal dengan multi-keyakinannya, tetapi juga berbagai cerita mistis yang menyelimuti tempat ini.

Kepercayaan terkait Ratu Ayu Jong Galuh yang cantik berambut panjang dengan pengawalnya, serta pertanda kehadirannya melalui janur dirobek (busung mesetset), menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Kepercayaan lain yang tak kalah menarik adalah kisah tentang kapal besar yang bersandar di sekitar pura, candi megah dengan suasana keramaian seperti pelabuhan, dan burung titiran putih yang dianggap sebagai utusan Ida.

Kepercayaan Tentang Air Suci dan Peristiwa Mistis

Kisah mistis lainnya adalah tentang seorang pedagang yang menggunakan air sumur suci pura untuk berjualan, yang mengakibatkan air di sumur naik hingga membanjiri areal pura.

Setelah pedagang tersebut memohon pengampunan, airnya kembali normal.

Pura Sekar: Destinasi Spiritual Penuh Makna

Pura Sekar bukan sekadar tempat wisata religi biasa. Di sini, pengunjung dapat merasakan harmonisasi tiga kepercayaan, menjelajahi keunikan spiritual, dan mendapatkan pengalaman spiritual yang tak terlupakan.

Pura ini menjadi bukti kekayaan budaya dan tradisi Bali yang patut dilestarikan.

 

Pura Melanting di Buleleng, Bali.
Pura Melanting di Buleleng, Bali.

2. Pura Melanting: Destinasi Spiritual untuk Kemakmuran Usaha di Buleleng

Bali Utara, terdapat sebuah pura suci bernama Pura Melanting yang terletak di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Pura ini bukan hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga destinasi spiritual yang terkenal untuk memohon kelancaran dan kemakmuran usaha.

Pura Ramai Dikonjungi Umat Hindu

Pura Melanting selalu ramai dikunjungi pamedek (umat Hindu) dari berbagai penjuru Bali, bahkan di luar hari-hari besar keagamaan.

Puncak keramaian terjadi saat pujawali pura yang jatuh setiap Punama Sasih Kapat, yang diperingati setahun sekali.

Ribuan umat Hindu Bali datang dari berbagai pelosok Bali untuk memohon kelancaran dan kemakmuran usaha mereka, baik usaha dagang maupun biro jasa.

Kepercayaan Terhadap Keberhasilan Usaha

Menurut Jro Mangku Semadi, salah satu pemangku Pura Melanting, rata-rata pamedek yang datang ke pura ini memiliki usaha dagang di Bali, seperti pedagang pasar, toko sembako, pemilik warung, hingga perusahaan-perusahaan yang membutuhkan kelancaran dalam menjalankan bisnis.

Umat Hindu meyakini bahwa sesajen pajati dan Daksina Linggih yang dibawa saat nangkil (sembahyang) di Pura Melanting dapat memberikan kelancaran dan kemakmuran bagi usaha mereka.

Tirta yang ditunas di pura ini dapat dipercikkan di tempat usaha, dan Daksina Linggih yang ditunas dan distanakan di tempat usaha diyakini dapat membawa keberuntungan.

Ritual Ganti Daksina Linggih

Bagi pamedek yang ingin memperbarui Daksina Linggih, mereka dapat melakukan ritual ganti Daksina Linggih setiap tahun.

Ritual ini dilakukan dengan nangkil kembali ke Pura Melanting dan mengganti Daksina Linggih lama dengan yang baru, kemudian distanakan kembali di tempat usaha.

Pura Melanting: Bukti Kekayaan Budaya dan Tradisi Bali

Pura Melanting menjadi bukti kekayaan budaya dan tradisi Bali yang masih terjaga.

Kepercayaan umat Hindu Bali terhadap kekuatan spiritual pura ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pamedek yang ingin memohon kelancaran dan kemakmuran usaha mereka.

Pura Luhur Sri Rambut Sedana di Jatiluwih, Tabanan, Bali.
Pura Luhur Sri Rambut Sedana di Jatiluwih, Tabanan, Bali.

3. Pura Luhur Sri Rambut Sedana: Tempat Memohon Keselamatan, Kesuburan, Kemakmuran, dan Kelancaran Rezeki

Di Desa Jatiluwih yang terkenal dengan keindahan teraseringnya, terdapat Pura Luhur Sri Rambut Sedana yang menjadi tempat peribadatan umat Hindu.

Setiap Buda Cemeng Klawu, pura ini menyelenggarakan Pujawali, sebuah ritual suci yang penuh makna.

Pujawali di Pura Luhur Rambut Sedana merupakan momen penting bagi umat Hindu di sekitar pura. Acara ini dihadiri oleh banyak pamedek (umat Hindu) yang datang untuk sembahyang dan mengikuti ritual-ritual suci.

Pura Luhur Rambut Sedana bukan hanya tempat suci untuk peribadatan, tetapi juga diyakini sebagai tempat untuk memohon berbagai hal baik, seperti keselamatan, kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan, dan kelancaran rezeki.

Di pura ini berstana Ida Betara Rambut Sedana, yang dipercaya mampu membantu mewujudkan keinginan para pamedek (umat Hindu).

Kepercayaan ini menarik banyak pamedek dari berbagai kalangan untuk datang ke Pura Luhur Rambut Sedana.

Tak hanya masyarakat biasa, bahkan lembaga-lembaga keuangan seperti koperasi, bank, LPD, pedagang, dan pengusaha, juga sering tangkil (datang) ke pura ini untuk memohon kelancaran usaha mereka.

Dupa Pasupati: Menetralisir Energi Negatif dan Mendatangkan Keberkahan

Bagi umat Hindu Bali, dupa tak hanya digunakan untuk sembahyang, tetapi juga sebagai alat untuk menetralisir energi negatif.

Dupa yang digunakan untuk menetralisir energi biasanya sudah dipasupati, yaitu dupa yang telah diberikan mantra tertentu untuk melindungi dari energi negatif dan mendatangkan keberkahan.

Manfaat Dupa Pasupati:

Baca Juga: SAKRAL! Lama Tak Ditarikan, Sanghyang Dedari Dibangkitkan Setelah Beri Pertanda Lewat Mimpi

Cara Memasupati Dupa:

Metode 1:

  1. Siapkan dupa baru dengan bungkusnya dalam posisi terbuka.
  2. Lantunkan mantra: “Om bayu sabda idep, urip bayu, urip sabda, urip idep, urip serana”.
  3. Tahan napas dan ucapkan: “Om Bayu sabda idep, urip bayu, urip sabda, urip idep, urip srana uriping urip ya namah swaha.” Hembuskan ke dupa sebanyak tiga kali.
  4. Ucapkan: “Om aku sakti urip Sanghyang Tunggal, lamun sakti urip Sanghyang Tunggal urip Sanghyang Wisesa. Om Teke Urip” sebanyak tiga kali dan hembuskan lagi ke dupa.
  5. Tambahkan mantra lain sesuai keinginan, seperti mantra pelindung atau mantra keberkahan.
  6. Awali dengan Gayatri Mantram, kemudian lanjutkan dengan mantra yang sudah diketahui.

Metode 2:

  1. Bacakan mantra ke segelas air bersih.
  2. Percikkan air mantra ke dupa.
  3. Ucapkan mantra pasupati: “Om Idep aku Batara Guru, angurip sastra kabeh. Ongkara, Angkara, Ungkara urip Mangkara Urip, Bagawan Acintya angurip sastra kabeh, SangHyang Saraswati Urip. Ika Batara Guru Akarya pangurip Sastra Utama. Om Hum rahpat astra agni dupa dipastra ya namah swaha.”

Tips:

Dupa pasupati bukan hanya sekadar dupa biasa, tetapi juga alat spiritual yang bermanfaat untuk menetralisir energi negatif dan mendatangkan keberkahan.

Gunakan dupa pasupati dengan keyakinan dan hati yang khusyuk untuk merasakan manfaatnya. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#Pura Sekar #pura melanting #bali #pasupati #Pura Luhur Sri Rambut Sedana #hindu #dupa #usaha #bisnis #mantra #doa #buleleng