Keajaiban dan Keunikan Hindu Bali di Pura Pusering Jagat: Dari Telaga Maya hingga Batu Kemong
I Putu Suyatra• Sabtu, 11 Mei 2024 | 18:38 WIB
Telaga Maya di Pura Pusering Jagat, Gianyar, Bali.
GIANYAR, BALI EXPRESS - Kisah unik dan ajaib umat Hindu Bali tidak pernah ada habisnya. Salah satu keunikan dan keajaiban tersebut ada di sebuah pura kuno bernama Pura Pusering Jagat.
Terletak di wilayah Pejeng, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, pura ini dikenal dengan berbagai nama, seperti Pura Kelod, Pura Puser Tasik, dan Pura Pusering Jagat.
Peninggalan Purbakala dan Keyakinan Unik
Pura Pusering Jagat memiliki nilai sejarah dan purbakala yang tinggi.
Hal ini dibuktikan dengan keberadaan peninggalan seni arca, unsur-unsur kebudayaan prasejarah, serta puluhan arca Hinduistik.
Salah satu keunikan pura ini adalah Telaga Maya, sebuah kolam tanpa air yang diyakini masyarakat setempat memiliki hubungan dengan perairan Nusa Penida.
Keindahan Arsitektur dan Unsur Budaya
Melihat dari luar, Pura Pusering Jagat memiliki tembok tinggi yang mengelilingi pura dengan bagian jaba sisi yang cukup luas.
Di sana terdapat arena Tabuh Rah, beberapa palinggih, dan arca-arca unik seperti arca ayam, guwungan, dan kempur.
"Arca-arca ini dikenal dengan Batu Kemong dan diyakini erat kaitannya dengan kegiatan Tabuh Rah," ungkap tokoh Desa Pekraman Jerokuta Pejeng Cok Gde Putra Pemayun.
Palinggih dan Bangunan di Areal Pura
Memasuki areal madya mandala atau jaba tengah, terdapat beberapa arca dan palinggih, seperti palinggih Ratu Penyapa (berisi arca Ganesha), bale paebatan, bale kulkul, bale pasanekan, dan bale panetegan.
Di utamaning mandala atau jeroan, terdapat palinggih Ratu Segara, Ratu Agung, Gedong Uluwatu, panggungan, bale gong, bale paselang, bale pawedan dan palinggih Ratu Sangku Sudamala.
Selain itu ada juga palinggih Ratu Purusha Pradana (Gedong Purus), palinggih Ratu Sidakarya, Gedong Agung Catur Muka, Pangaruman Agung, dan tumpukan arca batu andesit.
Telaga Maya: Kolam Tanpa Air yang Penuh Misteri
Telaga Maya adalah salah satu keunikan Pura Pusering Jagat.
Kolam ini terletak di bagian belakang palinggih-palinggih di sisi timur dan secara kasat mata tidak berisi air.
Namun, menurut keyakinan masyarakat setempat, Telaga Maya tembus hingga ke perairan Nusa Penida.
Upacara mapekelem, di mana dua ekor itik putih dihaturkan sebagai pakelem, menjadi bukti keyakinan ini.
"Saat ritual ini, itik-itik yang dilepas di Telaga Maya tampak seperti berenang di air, meskipun secara kasat mata tidak ada air di sana," ungkap Cok Gde Putra Pemayun.
Pura Pusering Jagat: Bukti Kekayaan Budaya dan Tradisi Bali
Pura Pusering Jagat bukan hanya tempat suci untuk peribadatan, tetapi juga bukti kekayaan budaya dan tradisi Bali.
Keunikan arsitektur, peninggalan purbakala, dan keyakinan masyarakat setempat menjadikan pura ini destinasi wisata spiritual yang menarik untuk dikunjungi. ***