Pura Geger Dalem Pemutih merupakan Pura Dang Kahyangan yang berlokasi di Jalan Geger, Desa Adat Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, tepat di sebelah selatan Hotel Mulia.
Perjalanan dari Dennpasar menuju Pura Geger Dalem Pemutih sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh 40 menit dari Denpasar. Pura ini bisa diakses dengan beragam moda kendaraan baik roda empat maupun roda dua.
Baca Juga: Mistis!!Dulu, Pura ini Tempat Dang Hyang Nirartha Bertapa, Letaknya di atas Tebing di Dalam Goa
Belum ditemukan Sejarah pasti tentang keberadaan Pura Geger Dalem Pemutih.
Namun, menurut cerita setempat sejarah pura itu berkaitan dengan perjalanan suci Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra.
Sebelim perjalanan beliau sampai di Uluwatu, beliau sempat beristirahat di areal ini, melihat keindahan dan ketenangan tempat ini, dan dijadikan sebagai tempat bersemedhi di tempat ini.
Jro Mangku Nyoman Repot selaku pemangku Pura Geger Dalem Pemutih menjelaskan jika pujawali di pura ini diperingati setiap sasih purnama kenem, setiap tahun.
“Sarana upacara biasanya daksina suci, jerimpen tegeh, itu dilaksanakan sejak dahulu. Tetapi, ada sarana lainnya, ayam tarungan (tabuh rah).
Di pura ini juga ada tarian sakral, seperti tari Rejang Selimpet, yang mendampingi seperti pepatih dengan pakaian poleng,” paparnya.
Disinggung yang berstana di pura ini adalah Ratu Dalem Pemutih, Ratu Mas Geger, Ratu Bagus Gunung Raung, Sriaji, Dewa Sri Sedana.
Kemudian juga berstana Ratu Ayu Manik Mas, Ratu Ayu Manik Tirta. Sebagai pepatihnya Manik Mancawarna, Dane Sedahan.
Baca Juga: Belajar Jadi Pemimpin, Layak Nangkil ke Pura Gunung Payung di Kutuh
“Meru paling tengah Ratu Dalem Pemutih, Padmasana yang berstana Sang Hyang Tunggal, kemudian Gedong kembar itu Ratu Bagus Gunung Raung, Sriaji, Manik Mas, Ratu Manik Tirta. Kemedian ada pula tempat air suci berupa gedong bebaturan,” ungkapnya.
Seperti namanya, Dalem Pemutih, tempat ini sebagai stana dari Ida Bhatara Dalem Segara atau Ida Bhatara Dalem Pemutih. Pelinggih beliau ada di sisi timur.
Pemujaan di Pura Geger dikaitkan dengan kekuatan sifat tuhan yang berwarna putih, dalam kekuatan ista Dewata, maka Dewa Siwa atau Iswara yang dikaitkan dengan kekuatan putih yang tanpa noda dan berada di arah timur.
Ia menambahkan, ada semacam keyakinan jika setelah pujawali ida bhatara di Pura Geger Dalem Pemutih biasnaya selalu turun hujan, sebagai pertanda dimulainya bercocok tanam, sehingga sasih kesanga kita sudah ada yang panen.
“Ini sebagai pertanda amerta buana, hujan ini memberikan kehidupan dan kesuburan,” sebutnya.
Di pura ini juga sering muncul wanara petak (kera putih) yang diyakini sebagai penjaga pura. Krama setempat sering menyebutnya sebagai Maruti.
Tak jarang pemedek yang nangkil dari berbagai pelosok Bali kerap menyaksikan kemunculan Wanara Petak ini.
Baca Juga: UNIK!! Pura Gunung Payung di Kutuh lahir dari Payung yang ditancapkan Dang Hyang Nirartha
Bahkan, sosok ini digambarkan dalam wujud patung di bagian madya mandala pura.
Saat pujawali Sang Wanara Petak sering merasuki salah satu pangempon. Ini menjadi pertanda jika ritual sudah berjalan dengan baik.
Sedangkan jika kera putih itu menampakkan diri pada pamedek, biasanya ada pesan tertentu yang akan disampaikan. (dik)
Editor : I Putu Mardika