BALIEXPRESS.ID - Tabanan, daerah yang kaya akan tempat-tempat suci Hindu Bali untuk tirta yatra, menyimpan keindahan tersembunyi di balik Pura Luhur Pucak Bukit Sari Pacung.
Berlokasi di Banjar/Desa Pekraman Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pura yang merupakan bagian dari Kahyangan Jagat bagi umat Hindu Bali, ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi siapa pun yang datang bersembahyang.
Suasana sakral yang menyelimuti pura di ketinggian ini menghadirkan ketenangan jiwa yang tak ternilai.
Berada di jalur strategis di tepi jalan utama Denpasar-Singaraja, Pura Luhur Pucak Bukit Sari mudah dijangkau.
Papan nama pura yang terletak di pinggir jalan menjadi penunjuk bagi umat yang ingin tangkil untuk berdoa di tempat ini.
Sejarah Pura yang Dipercaya sebagai Tempat Pasupati
I Made Sunada, Kelian Pura, menyampaikan bahwa sejarah Pura Luhur Pucak Bukit Sari masih berdasarkan purana atau babad, karena tidak ada prasasti yang ditemukan.
Menurut babad tersebut, pura ini merupakan tempat sakral untuk melakukan pasupati —ritual untuk memberikan taksu, kesucian, dan kekuatan spiritual pada tapakan atau arca.
"Pura ini dipercaya sebagai tempat memasupati tapakan," ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan oleh I Wayan Dana, pengayah Pura, yang menjelaskan bahwa beberapa tapakan dari desa-desa di sekitar Bali secara rutin melakukan pasupati di sini.
Di antaranya, tapakan dari Desa Senganan, Mayungan, hingga wilayah Badung seperti Blahkiuh dan Tangeb.
Salah satu yang rutin tangkil adalah Tapakan Ida Bhatara dari Bangah, yang setiap enam bulan sekali melakukan persembahan di pura ini karena adanya keterikatan sejarah dengan Pura Luhur Pucak Bukit Sari.
Bangunan Palinggih yang Menjaga Keaslian
Keunikan Pura Luhur Pucak Bukit Sari terletak pada deretan bangunan palinggih yang masih dipertahankan keasliannya.
Di Utama Mandala terdapat Padma Karo (Stana Tri Murti) dan Padma Kurung (Stana Rsi), sementara di Madya Mandala ada Palinggih Bagus Muteran Jagat, Pengaran, hingga Pucak Kembar (Bagus Rengreng).
Pura ini juga diyakini memiliki hubungan erat dengan beberapa pura lainnya di Bali, seperti Pura Uluwatu di Badung Selatan dan Pura Pucak Kembar di utara.
Tradisi Pujawali yang Penuh Keunikan
Setiap enam bulan sekali, tepat pada Tumpek Landep, berlangsung pujawali di Pura Luhur Pucak Bukit Sari, yang diikuti oleh seluruh tapakan yang pernah melakukan pasupati.
Bahkan, setiap satu setengah tahun sekali, pujawali ageng diadakan, di mana seluruh umat datang untuk mejanjangan selama dua hari.
Menariknya, upacara ini tidak dipimpin oleh sulinggih, melainkan pemangku setempat, sebuah tradisi yang sudah berlangsung sejak dahulu kala.
Dengan segala keunikan dan kisah spiritual yang menyelimutinya, Pura Luhur Pucak Bukit Sari tak hanya menjadi tempat persembahyangan, tetapi juga tujuan spiritual yang memikat hati para pencari ketenangan. ***