Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pancoran Kelangu: Sumber Kesembuhan Mitos dan Fakta di Bali

I Putu Suyatra • Kamis, 17 Oktober 2024 | 23:51 WIB
Pancoran Kelangu, sebuah pancoran kecil di Banjar Wanayu, Desa Bedulu, Gianyar
Pancoran Kelangu, sebuah pancoran kecil di Banjar Wanayu, Desa Bedulu, Gianyar

BALIEXPRESS.ID - Kearifan lokal masyarakat Hindu Bali tidak bisa dipisahkan dari keyakinan akan kekuatan alam. Salah satu contoh nyata dari kepercayaan ini adalah Pancoran Kelangu, sebuah pancoran kecil di Banjar Wanayu, Desa Bedulu, Gianyar, yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Pancoran Kelangu tetap mempertahankan kondisi aslinya, dengan air yang mengalir stabil seperti bertahun-tahun lalu.

Air dari pancoran ini dialirkan melalui pipa besi, membentuk pancoran yang sederhana namun penuh makna. Meski lingkungan sekitar mulai berubah akibat pembangunan, aliran Tukad Jurangan yang berhadapan langsung dengan pancoran ini masih terlihat alami.

I Made Selamet, Tokoh Banjar Dinas Wanayu, menceritakan bahwa Pancoran Kelangu sudah ada sejak lama.

Ia mengingat saat masih kecil, orang tuanya membawanya ke sana untuk mandi. “Sejak kecil, saya sudah melihat pancoran ini.

Tak ada yang tahu kapan tepatnya pertama kali muncul, tapi orang tua saya juga bilang sudah ada sejak dulu,” ujarnya kepada Baliexpress (Jawa Pos Group).

Masyarakat percaya bahwa Pancoran Kelangu dapat menyembuhkan penyakit kulit, seperti cacar atau edeh.

Selamet mengungkapkan bahwa keyakinan ini telah ada sejak lama dan diwariskan turun-temurun.

“Saat saya terkena cacar, keluarga saya membawa saya ke sini untuk nunas tirta, dan saya sembuh. Kebanyakan warga di sini yang mengalami penyakit kulit pasti datang ke sini,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, warga mulai dilarang mandi di pancoran ini untuk menjaga kesuciannya.

Sebagai alternatif, pemandian dari sumber air berbeda telah disiapkan tidak jauh dari lokasi Pancoran Kelangu.

“Dulu, kami bisa mandi di sini, tapi sekarang hanya untuk nunas tirta,” jelas Selamet.

Ketenaran Pancoran Kelangu kini tak hanya terkenal di kalangan masyarakat Bedulu.

“Banyak orang dari luar Gianyar datang untuk memohon obat. Terakhir, saya bertemu seseorang dari Sanur yang mencari lokasi pancoran ini,” katanya.

Sayangnya, lokasi Pancoran Kelangu tidak lagi terlihat jelas dari Jalan Raya Wanayu, setelah beberapa bangunan berdiri di tepi jalan.

Ini membuat banyak orang bingung mencarinya. “Dulu, orang bisa melihat pancoran ini dari jalan, tapi sekarang tidak,” ungkap Selamet.

Selamet juga menjelaskan bahwa tidak ada aturan khusus mengenai sarana yang digunakan untuk memohon obat di pancoran.

“Warga dapat menghaturkan apa saja, baik canang sari atau pejati, sesuai kemampuan mereka,” ujarnya.

Biasanya, warga yang datang untuk memohon obat akan datang tiga kali.

“Kunjungan pertama untuk mengurangi panas bagi penderita cacar. Setelah itu, bintik-bintik cacar mulai kehitaman. Pada kunjungan ketiga, cacar akan hilang. Mereka yang sembuh biasanya kembali untuk menghaturkan pejati atau tedung,” terangnya.

Meski Pancoran Kelangu dianggap suci dan memiliki khasiat, Selamet menegaskan bahwa tempat ini bukanlah tempat permandian untuk sesuhunan pura tertentu. Namun, kawasan tersebut memang dikenal “tenget” atau memiliki aura mistis, termasuk aliran Tukad Jurangan yang terhubung dengan Pura Samuan Tiga.

“Saya belum pernah melihat hal-hal aneh di sini, meski ada cerita tentang makhluk halus yang menghuni daerah ini,” tuturnya.

Selamet menambahkan bahwa, meski belum ada penelitian resmi mengenai kandungan air Pancoran Kelangu, masyarakat percaya bahwa airnya mengandung belerang.

“Kami yakin airnya mengandung belerang, meski tidak ada penelitian yang membuktikannya,” ujarnya.

Menariknya, volume air dari pancoran ini tetap stabil meski cuaca berubah, baik saat musim kemarau maupun hujan.

“Sejak pertama kali saya tahu tempat ini, volume airnya tetap sama. Baik di musim kemarau maupun hujan, airnya tidak pernah berubah,” pungkas Selamet.

Pancoran Kelangu bukan hanya sekadar tempat untuk mandi; ia adalah simbol kekuatan alam dan kepercayaan masyarakat Bali yang mengakar kuat.

Dengan segudang cerita dan misteri, Pancoran Kelangu terus menarik perhatian banyak orang, baik yang percaya akan khasiatnya maupun yang ingin merasakan keajaiban alam yang tiada tara.

Apakah Anda siap untuk menjelajahi Pancoran Kelangu dan menemukan keajaiban yang tersembunyi di dalamnya? *** 

Liam Payne, Eks Anggota One Direction.
Liam Payne, Eks Anggota One Direction.
Editor : I Putu Suyatra
#bali #gianyar #hindu #Pancoran Kelangu