BALIEXPRESS.ID - Upacara Ngaben adalah ritual umat Hindu di Bali mengantar arwah keluarga atau orang yang disayangi menuju ke alam sunia.
Dalam prosesinya, selain menggunakan Wadah, Bade, juga disertai Lembu.
Wadah, Bade, dan Lembu umumnya memiliki fungsi yang sama sebagai perlengkapan untuk melaksanakan ritual Ngaben di Bali.
Namun, penggunaan Wadah biasanya digunakan oleh seseorang yang tidak berkasta.
Sedangkan Bade dan Lembu digunakan oleh mereka yang memiliki kasta lebih tinggi.
"Dalam filosofinya, Wadah dan Bade merupakan simbol dari bagian bawah dari Gunung Maliawan," papar Undagi yang juga Ketua Yayasan Gases Bali, Dr. Komang Indra Wirawan,S.sn kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Menurutnya Wadah, Bade, dan Lembu hanya sarana pangabenan, bukan penentu seseorang itu akan mudah masuk surga atau tidak.
“Atman dimudahkan menuju Suargan atau Nirwana, bukan karena Wadah yang digunakan, tapi tergantung seperti apa karma sang atman itu," bebernya.
Indra menyebutkan, secara fisik, Wadah dan Bade memiliki perbedaan yang mencolok.
Bade umumnya memiliki tumpang, jumlah atap tumpangnya dibuat menyesuaikan kasta orang yang akan melaksanakan upacara pangabenan.
Sedangkan, jika tak memiliki tumpang, atau hanya berbentuk tempat jenazah biasa yang menjulang tinggi disebut Wadah.
“Memang berbeda, meski fungsinya sama, yaitu untuk membawa dan membakar jenazah ketika ngaben, namun secara riilnya berbeda," urainya.
Editor : Nyoman Suarna